Minggu, 14 Desember 2014

" Katakan Cinta. Bila Kau Cinta "

    Waktu SMA. aku mempunyai teman dekat. yaitu Abi, Raka, dan Yeni . dari nama tiga itu. yang paling terdekat lagi, adalah Abi. aku merasa cocok dengannya . disaat bicara maupun ketika bercanda. terkadang dia konyol. tapi menyenangkan.

    Dia pula yang lebih perhatian dari ketiga temanku itu. hingga teman-teman disekolah beranggapan kalau kami adalah sepasang kekasih. padahal kenyataannya kami hanya teman dekat saja.

" Hanny. hari ini keliatan cantik loh.. "
" Apa ... ? " aku yang berpura-pura tidak mendengarnya.
" Iya. tas kamu tuh cantik banget. baru beli ya .. ? "
" ehm.... aku kira aku yang cantik "
" maunya kamu tuhh.. "
" emang aku cantik kan .. ? "
" cantik dari hongkong .., kalau cantik, mungkin kamu dah punya pacar kali .. hehee "
" ..... "


    Aku pikir. dia benar-benar sedang memuji aku. makannya saat aku dengar dia bilang cantik sama aku. aku kaget banget. itu salah satu yang bikin aku sebeul sama dia. tapi ngangenin. hehehe.. ga tau kenapa ?. mungkin karena .. ? .

=============

    waktu itu. dikampungku. masih sedikit yang menggunakan handphone. begitu pun kami tidak ada yang memiliki handphone. jadi sangat sulit untuk berkomunikasi. apalagi rumah tinggal kami berbeda. jarak rumah kami berjauhan. hanya raka dan yeni, yang satu desa. abi jauh dari desaku dan jauh dari raka, yeni. ya pertemanan kami, hanya bisa berkomunikasi ketika kami sedang berada disekolah saja.

    Setelah perpisahan sekolah pun. aku kehilangan kontak mereka. dan setelah aku mendapatkan pekerjaan dari tempat kakaku berkerja. selama aku berkerja disana-Jakarta. aku masih belum mendapatkan kabar dari mereka.    

============

    Sudah kurang lebih satu tahun berkerja dijakarta. aku mendapatkan teman baru. baik itu dari dunia nyata maupun dari dunia maya. teman dari tempatku berkerja. dari kenalan dijalan. dari teman ke teman. maupun dari media sosial. seperti facebook atau yang lain..

    Tidak hanya teman saja. setelah lama mengenal teman-teman baru dijakarta. ada teman yang sedang dekat denganku. atau ada pria yang sedang PDKT denganku. selama ini dia masih terlihat baik. perhatian. namun dia belum bisa mengatakan cintanya padaku. sebenarnya tidak hanya satu, pria yang sedang dekat denganku. masih ada beberapa lagi yang mencoba ingin mengenalku lebih dekat. tapi hanya satu yang lebih aku suka dari beberapa temanku.

    Dia bukan dari teman kerjaku. bukan pula dari teman media sosial. dan bukan pula dari temanan di jalan. dia adalah Ibrahim. teman dari kakaku. namun usianya lebih muda dari kakaku. dia tidak hanya dekat dengan kakaku. namun dia juga dekat denganku. dan kakaku pun tahu kedekatanku dengannya. 

    Setelah lama mengenalnya. semakin lama. dia semakin perhatian. aku merasakan. cara berpikir dia lebih dewasa dari teman-temanku yang aku kenal. dia lebih sopan, ramah dan asyik untuk dijadikan teman curhat. dia tahu kapan bercanda dan kapan untuk bicara serius. Cowok banget dech. Ibadah sholat nya pun tidak pernah bolong. terkadang dia mengingatkan aku untuk sholat.
Waktu itu ditempat kerja, jam 12 siang . dia meneleponku.

" Assalamualaikum Hanny "
" waalaikumsalam.. "
" apa kabar .. ? "
" alhamdulillah baik mas .., mas sendiri gimana kabarnya.. "
" alhamdulillah baik, han... .sudah makan belum nih.. ?"
" nih.. baru mau makan mas .. "
" oo.. maaf ya mas ganggu... "
" ga apa-apa mas .. "
" abis makan jangan lupa sholat ya hann ... "
" ehmm.. iya mas. makasih ya mas dah ingetin hanny .. "
" ya sama-sama. sesama muslim kan harus saling mengingatkan .. "
" mas sendiri sudah makan lom .. ? "
" belum .., kalau mas sih sholat dulu. baru makan .. "
" ehmm .. "
" mas sholat dulu ya ?, sudah adzan nih.. "
" oo iya mas .. jangan lupa doain hanny ya mas .. hehee "
" ok han.. wassalamualaikum .. "
" waalaikumsalam .. "

==========

    Aku pernah berdo'a dan berharap. aku ingin sekali Mas Ibrahim adalah yang akan menjadi suamiku nanti. karena aku lihat dia sosok pembimbing. pemimpin.  sosok seorang ayah yang baik. penyayang dan rajin beribadah. membayangkan bersama dia saja. aku sudah merasakan kebahagiaan. ehm.. apalagi nanti kalau aku sudah menikah. hidup bersamanya. sungguh beruntung, aku bisa hidup berdua dengannya.

    Setelah beberapa bulan aku berdo'a dan berharap. akhirnya mimpiku itu menjadi kenyataan. kakaku pernah bertanya padaku. tentang kedekatanku dengan mas ibrahim.

"  han.. sebenarnya kamu itu suka tidak sama teman kaka itu.. ? "
" siapa kak .. ? '
" siapa lagi yang dekat sama kamu .. "
" mas Ibrahim kak .. ? "
" iya .. "
" ehmm. kok kaka nanya gitu, mang kenapa kak .. ? "
" ini.., Ibrahim pernah cerita sama kaka. intinya kalau dia itu suka sama kamu. dan dia ingin serius sama kamu .. "
" serius .. maksudnya kak .. ? "
" maksudnya dia ingin melamar kamu dan menikah sama kamu .. "
" massa sihh kak .., kaka ga bercanda kan ?  "
" iya kaka serius. mang keliatan kaka lagi bercanda ya .. ? "
" hehee .. "
" jadi gimana, sebenarnya kamu itu suka ga sama ibrahim .. ? "
" menurut kaka gimana .. ? "
" kok tanya kaka sih.. kaka mana tau .., ya kalau kaka sih. kalau kamu suka sama dia. kaka dukung dech. selama ini yang kaka tahu, dia itu orangnya baik. rajin ibadah juga. dan dia juga sudah kerja " .
" sebenarnya hanny juga sudah lama suka sama dia kak... "
" oo kalau begitu cocok donk. yaudah nanti kaka bicara sama dia . "
" ...... "


=========

    Akhirnya . Mas ibrahim sudah melamarku. dan minggu depan aku akan menikah dengannya. aku senang sekali. namun entah kenapa aku teringat nama Abi. teman sekolahku.

    Entah ada angin apa. Entah semalam mimpi apa. Dua hari sebelum menikah. ada telepon dengan nomor telepon yang belum saya kenal.

" Assalamualaikum .. " terdengar suara pria yang belum aku kenal.
" Waalaikumsalam .. " 
" Apa kabar hann... ? "
" Alhamdulillah baik. Maaf ya ini dengan siapa ya .. "
" masa kamu ga kenal aku sih .. ? "
" ehmm.. maaf ya soalnya aku baru tahu nomor kamu .. "
" kalau suaranya ... masa sih ga kenal ... "
" ehmmm ...........mmmm..."
" teman lama kamu .. "
" teman lama aku kan banyak .. "
" bener nih kamu ga kenal suara aku .. ? "
" ........ , maaf ya aku bener-benar ga tau kamu .. "
" Aku Abi .. "
" siapa ... ? "
" A.. B.. I.. Abiii.. "
" Abiiiiii. kemana aja nih.., maaf ya. soalnya aku baru tau suara kamu ditelepon.. "
" emang beda ya suara ditelepon... "
" ya kalau baru dengar sih pasti beda .., ngomong-ngomong gimana nih kabarnya ?  "
" Alhamdulilllah baik.. "
" sekarang lagi dimana nih.. ? "
" dijakarta.. "
" kamu kerja disana .. ? "
" iya. kamu dijakarta juga kan ..? "
" sekarang sih aku dikampung .. "
" dikampung. mang ga kerja lagi.. ? "
" aku lagi cuti.. "
" cuti apa nih... cuti hamil ..? "
" enak aja.. nikah aja belum .. "
" hehee ... terus cuti apa donk .. "
" hari minggu kan, aku mau nikah.. "
" apa .. kamu mau menikah ? "
" iyaa.. kamu datang ya .. "
" ................... " tidak ada jawaban darinya.
" hallo ... hallo .. Abi.. ? "
lalu dia menjawab agak sedikit gugup .
" iya ya haaan.., ma maaf ya. tadi. ada..ada temanku ngajak ngobrol.. "
" ooo .. iya ga apa-apa. kamu tahu nomor aku darimana ? "
" dari Raka. dia sama yeni kan pernah main ke rumah kamu .. "
" kapan tuh. kok ga ketemu aku .. "
" waktu lebaran kemarin. tapi kamu dah ada dijakarta.. "
" iya waktu itu. aku cuma dapat libur dua hari aja sih.., aku minta nomor telepon si yeni donk..? "
" iya. nanti aku sms kamu dech.., dah dulu ya hann..ada kerjaan nih.. "
" jangan lupa ya. datang ke acara pernikahan aku.. "
" iya.. insyaallah ..,dah dulu ya.. "
" iya abi.. "
" Wassalamualaikum .. "
" Waalaikumsalam.. "

=========


    Karena aku sudah kangen banget dengan teman sekolahku. setelah mendapatkan nomor telepon Yeni dari sms Abi. saat itu juga aku meneleponnya.

" Assalamualaikum.. "
" Waalaikumsalam. ini dengan siapa ya .. ? "
" Ini hanny .. gimana kabar kamu ..? "
" hannyyyyy... baik hann.. kamu sendiri gimana kabarnya.. "
" Alhamdulillah yen.. baik. lagi dimana nih yen.. ? "
" aku sih dirumah aja hann.. ga kemana-mana.., ehh han.. kamu dah ditelepon sm abi belum.. ? "
" udah tadi barusan .. "
" gimana han .. dia bilang ngga .. ? "
" bilang apa yen... ? "
" dia kan pernah cerita sama aku. kalau dia itu, dari dulu dah suka sama kamu .. "
" masa sihh yen ..., tadi sih dia cuma tanya kabar-kabar aja sih .. "
" kamu masih dijakarta kan..?. dia juga lagi dijakarta loh.. "
" sekarang sih aku lagi dikampung .. "
" lagi libur kerja ya hann .. , main donk kerumahku... "
" bukan libur kerja. aku lagi cuti .. "
" Cuti apa han.. ? "
" hari minggu kan aku mau nikah .. "
" yang benar hann.. kamu serius ..? "
" iya yen..  "
" si Abi tau kamu mau nikah .. "
" barusan tadi aku kasih tahu .. "
" oo.. pantas aja dia ga bilang .. denger kamu mau nikah .. "
" mungkin yen. aku jadi ga enak nih sama dia .. "
" iya ga apa-apa hann. mungkin dia bukan jodoh kamu. "
" .......... "
" .......... "

===========


    Mendengar kalau Abi- teman sekolahku. ternyata dari dulu dia sudah suka sama aku. sedih juga mendengarnya. karena aku pun merasakan hal yang sama. kalau aku pun dari dulu sudah suka sama dia. namun aku tidak berani mengatakannya. karena aku perempuan. ada rasa gengsi. malu. dan aku merasa tidak pantas saja kalau perempuan mengatakan cinta terlebih dahulu.

    Sebelum aku menikah. aku menceritakan terlebih dahulu pada abi. kalau dulu sebenarnya aku pun suka dengannya. dan abi merasa bersalah. karena waktu itu dia belum ada keberanian untuk mengatakan cintanya.
  
 
    Disaat pernikahan tiba. Alhamdulillah. dia datang keacara pernikahanku. dia tidak terlihat marah padaku. dia tetap bersikap baik padaku. ya seperti teman saja. dia percaya. kalau aku dengan-nya tidak berjodoh.

==========


Karena Rasa gengsi. karena rasa Malu. Karena tidak ada keberanian. sepasang kekasih itu tidak akan pernah ada. dan tidak akan pernah bersatu.

Baik pria maupun perempuan. punya hak untuk mengatakan cintanya. tidak perlu gengsi atau malu. cinta butuh pengorbanan. dan salah satu pengorbanannya adalah keberanian untuk mengatakan cinta pada orang yang kita cintai. tidak harus pria saja yang terlebih dahulu mengatakannya. bila sudah cinta. meskipun perempuan. cinta itu harus dikatakan. cinta itu harus diungkapkan.

Melalui perhatian dan sikap saja. itu belum cukup. cinta tetap harus dikatakan atau diungkapkan. agar tidak ada kesalahpahaman. dan itu lebih jelas.

Yuk katakan cinta pada orang yang kita cintai. meskipun kalian perempuan. Cinta harus dikatakan. sebelum nanti ada rasa penyesalan. karena pria pun ada yang memiliki sifat pemalu dan tidak berani.

Yang berani.  yuk... katakan cinta. I Love You.  

Meskipun mungkin nanti tidak sesuai harapan. Tetap Semangat. Semangat . Jangan Putus Asa. Masih banyak Cinta. yang sedang menunggu kamu. 
 


===========


Penulis
I'Pen (idrus cerpen)




 
  
    
  
     
 




 
































































































































































































































































































  



















Minggu, 07 Desember 2014

" Pacaran Halal "

Pagi hari. Di dalam bus yang sedang aku tumpangi. masih terlihat sepi. ya masih sedikit penumpang. aku duduk dikursih deretan tengah, disebelah kiri, yang hanya bisa diduduki oleh dua orang. disampingku sebelah kanan ada pria duduk merapat ke tubuhku. hingga lenganku dan lengannya bersentuhan. aku merasakan ada kehangatan ditubuhku. telapak tanganku digenggam. jari jemariku diremasnya dengan lembut. jari jempolnya mengelus-ngelus punggung telapak tanganku. hatiku terasa senang dibuat olehnya. pria itu adalah pacarku. begitu hangatnya sikap dia terhadapku. beberapa menit kemudian. wajahnya mendekati telinga kananku. lalu dia membisikkan padaku.

" sayang.. aku suka sekali, dengan penampilan hijabmu hari ini . kamu terlihat sangat cantik sekali.. " .  dan tangan kananku, jari jemariku mengelus-ngelus pipi kanannya.
" sudah sayang...  jangan buat aku malu ... " .



Aku dan pacarku sedang menuju ke tempat masjid besar. yang sedang ada pengajian atau tausiyah. selain itu. kami ingin mengenang - pertama kali kami bertemu dengan pacarku. ya didalam bus. waktu itu. aku ingin bertemu dengan teman lama- Winda. dan tempat dimana kami bertemu itu di masjid yang sedang diadakan tausiyah. mengapa kami bertemu disana ?. karena kami saling menyukai tausiyah dimasjid itu.

=========

Saat pertama kali bertemu dengan pacarku. (masa lalu) .
Didalam Bus. ketika aku sedang duduk. tiba-tiba pria yang baru masuk bus. melewati kursih yang sedang aku duduki. namun sebelumnya dia tersenyum padaku. entah apa maksudnya. dia seperti mengenalku. tapi aku tidak mengenal dia.

Setelah acara tausiyah selesai. ketika aku dan Winda sudah keluar dari masjid. diperjalanan menuju jalan raya. winda bertemu dengan teman pria yang sedang menuju ke jalan raya pula. pria itu bersama temannya. dan temannya itu. sepertinya aku sudah mengenalnya. tapi dimana ya...?, 
Setelah kami berkenalan. akhirnya aku ingat. pria bus yang tersenyum padaku. dia itu bernama Adam. teman dari temannya Winda.

Ke-esokannya. Adam meneleponku. mungkin dia tahu nomor teleponku dari Winda. dari situlah, kami mulai mengenal lebih dekat lagi. kurang lebih satu tahun kami berteman. akhirnya dia menjadi pacarku. pacarku yang pertama dan semoga yang terakhir.  Adam pula mengakui. bahwa aku adalah pacarnya yang pertama.     

=========

Kembali ke-  (Adam yang sudah menjadi pacarku) .
Hari ini. kami kemasjid itu. bukan untuk bertemu dengan teman kami. ini hari libur. kami hanya ingin berdua bersama. mengenang masa lalu,  jalan-jalan dan merasakan atau menikmati pacaran kami yang pertama.

Turun dari bus. sebelum aku ke masjid. kami harus menyebrangi jalan raya itu. kami menyebrang jalan, dia melihat kearah kanan, mobil yang akan berjalan melewati kami. dan dengan hangat, sambil jalan. tangan kirinya merangkul pundakku. sepertinya dia ingin membuatku nyaman. dan aku pun merasakan dia sedang melindungiku. apakah seperti ini yang namanya pacaran. 

Dia baru pertama kali pacaran. tapi dia mengerti memperlakukan perempuan yang dicintainya. sepertinya menunjukkan cinta. tidak perlu menunggu untuk banyak pengalaman pacaran. bila cinta. sikap cinta itu akan datang dengan sendirinya. dia akan refleks. tidak perlu menunggu untuk diberi tahu terlebih dahulu. namun tidak semuanya pria seperti itu. karena ada pula yang sulit untuk menunjukkan cintanya. mungkin karena pemalu. atau benar-benar tidak tahu caranya. yang pasti kalau cinta. dia akan berusaha untuk membuat pasangannya merasa nyaman, bila didekatnya maupun disaat jauh.  

========

Setelah mendengarkan tausiyah. kami tidak langsung pergi pulang. karena satu jam lagi, waktu Sholat Dzuhur tiba. kami lebih baik menunggu diluar masjid. untuk melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah. 

Sambil menunggu. kami ngemil, makanan ringan yang aku bawa. matanya yang tajam. dengan senyum manisnya, dia lebih sering melihat ke arah mataku atau wajahku. ketika sedang makan pun. matanya tidak jauh dariku. dia lebih sering memperhatikanku. hingga dia membuatku salah tingkah. mungkin menurut orang lain pacarku tidak tampan. tapi bagiku- dia adalah pria tampan diduniaku. dia adalah segalanya.

" sayang .. ada sesuatu tuh dipipimu .. ".  aku langsung saja memegang kedua pipiku. " mana sayang .. ga ada apa-apa kok.. " . lalu dia tersenyum padaku .. senyuman yang sepertinya sedang meledekku. " sini sayang ... " dengan jari jempol kanannya yang penuh dengan perasaan. dia mengelus-ngelus pipi kananku  . " dipipiku ada apa sih sayang ... ?". " ga ada apa-apa sih .. hehehe " . " yeeeee... kamu tuh ya .. ada-ada aja.." .

suara Adzan berkumandang.

" Sayang dah adzan tuh.. ' .
" yuk .. " . dia berdiri sambil mengulurkan tangan kanannya. untuk menuntunku berdiri dari tempat aku duduk. padahal aku masih bisa untuk berdiri sendiri. ya mungkin begitulah karena cinta. 

========

Waktu sudah menunjukkan jam dua siang. kami sudah berada dipantai. menikmati ombak yang membasahi kaki kami. ketika sedang menelusuri sepanjang pinggir pantai. tangankan tidak jauh dari genggamannya. langkahku dihentikan olehnya. lalu dia memegang kedua tanganku. menatapku penuh arti. penuh dengan perasaan yang ingin akan dia ucapkan. wajahnya terlihat sedang serius . dan dengan telapak tangan kanannya dia memegang pipi kananku.
" sayang... I love you.. " . aku hanya bisa menatapnya . dan dengan spontannya telapak tangan kananku. memegang pipi kanannya pula.
" I love you too...sayang... " . kami berpelukan dengan penuh kehangatan. tiba-tiba dia membisikkan padaku .
" sayang .. badanmu kok bau ya..." aku terkejut apa yang dia katakan. aku lepaskan pelukannya. dan aku mencoba membuktikan, apakah benar yang dia katakan.
" ga bau kok sayang... " . " bau kok ... "  aku mulai merasa ga enak dan malu sama dia.
" masa sih sayang .. ? . disaat dia melihat wajahku yang cemberut.. . dia mencium pipi kananku
" emang ga bau .. sayang.. hahahahaa " .
" ehmm ....... " .  dia berlari menjauhiku dan aku pun mengejarnya .. ternyata dia sedang ngerjain aku ... setelah lama mengejarnya. akhirnya aku bisa menangkap dia. aku gelitikin aja pinggangnya . dan kedua pipinya aku gemes-gemesinn.... sebagai balasannya.  dia pun membalas kembali .. hingga kami berdua terjatuh.. terbaring dengan rasa lelah dan bahagia.

Terdengar Adzan Ashar.
sebelum kami berangkat untuk jalan-jalan. kami telah menyiapkan pakaian ganti didalam tas. karena pakain yang kami kenakan sudah terlihat kotor, kami mengganti pakaian terlebih dahulu sebelum mencari masjid/ mushollah.
   

=======

Jam empat sore kami sudah berada di bus, menuju ke rumah kami. didalam bus. aku merasa kelelahan. karena itu, aku tertidur dipundak pacarku.
Saat aku terbangun dari tidur. tanganku masih ada dalam genggamannya. meskipun wajah pacarku terlihat sangat letih. tapi dia tidak tertidur. dia seperti tetap menjagaku- dikala aku sedang tertidur.

Didepan pintu rumah. mungkin dia melihat tubuhku masih terlihat letih. dia membopongku kekamar. dan membaringkannya ditempat tidur. sebelum menunaikan ibadah sholat magrib. kami beristirahat sebentar. hanya untuk tidur-tiduran saja. 

" sayang ... ternyata pacaran itu sangat melelahkan ya "
" iya ya sayang .. aku baru kali ini merasakannya .. "
" tapi aku merasa senang sayang .. bisa pacaran sama kamu .. "
lalu dia mendekatiku. menatap wajahku. aku yang masih terbaring.
" aku pun merasakan hal yang sama sayang... "  dia mengecup kheningku
" i Love you sayang .. "  aku tersenyum .. " too ... "  saat aku memejamkan mata .. terdengar suara Adzan magrib .. " sayang .. sholat dulu yuk ... "
" ............ "  aku buka mata dengan senyuman dan perasaan malu. hehee

kami menunaikan ibadah sholat magrib bersama. dan dilanjutkan dengan membaca alquran. setelah sholat isya bersama. kami pun makan malam bersama. nonton tv bersama.

sebelum kami tidur. kami melihat-lihat album foto. foto-foto ketika kami menikah.



========

Pacaran setelah menikah. aku sangat menikmatinya. aku merasakan ketenangan. dan aku tidak merasakan takut akan dosa.
Tidak menjadi omongan tetangga. dan tidak pula menjadi pusat perhatian orang- suatu perhatian yang tidak baik dimata masyarakat.

Pacaran setelah menikah. Baik ketika diluar bersama. maupun didalam rumah. sangat menyenangkan. dan sangat bahagia. kebebasan hidup bersama orang yang aku cintai. Bukan kebebasan sesuatu hal yang dilarang Tuhan.

yuk... Pacaran Halal. Pacaran setelah menikah.


=======


Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)







     




    

     
  


























Minggu, 30 November 2014

" Cinta Dengan Syarat "

    Sudah lama aku berteman dengan Nurma. ya dari SD kami sudah berteman. Dia orangnya asyik- Perhatian dan suka bercanda.

Waktu SD. Ketika dia sedang membaca buku di kelas.
" Nur., lagi ngapain kamu ..? "
" Lagi berenang nih.. "
" Ehmm.....Lagi berenang ..??? "
" sudah tahu aku lagi baca, pake nanya lagi "
" Hehee .... "
" Kamu dah belajar belum ? , hari ini kan ada ulangan harian "
" oo iya ya. aku lupa "
.


Meskipun dia sedikit jutex. namun dia perhatian. mungkin sikap jutexnya itu hanya untuk bercanda saja.

==========

Waktu SMP. aku yang baru pulang dari masjid. dia menghampiriku.

" Iman.., Besok. aku sama temanku mau nonton. mau ikut ngga ? "
" Jam berapa .. ? "
" Jam Enam Sore "
" Kalau jam enam sore aku ga bisa. orangtuaku bisa marah. itukan waktunya sholat magrib " .
" Ehmm.. ga gaul kamu .. "

dia sudah menjadi anak gaul. sudah lupa dengan waktu. dia lebih suka acara yang membuat dia bersenang-senang. ya sesuai dengan karakter dia yang ceria, agresif, manja.  meskipun cara hidupku berbeda dengan dia. dia tetap menganggapku sebagai temannya. dan aku pun seperti itu.

=========


Waktu SMA. kami masih satu sekolah. dan masih satu kelas. dia sudah menjadi gadis modis. terlihat lebih dewasa. namun sifatnya masih sama. masih menjadi gadis yang ceria. agresif. dan manja. tidak hanya itu. sifat yang tidak begitu aku sukai. ternyata dia siswi yang berprestasi disekolah. nilai pelajarannya minimal 8.

" Selamat ya nur.. "
" Selamat untuk apa nih.. ? "
" Ya .. Selamat buat kamu. menjadi siswi yang berprestasi disekolah ini.. "
" oo itu . guru salah pilih tuh .., harusnya kamu yang terpilih .. "
" kok aku .. ? "
" iya kamu. kamu kan rajin ibadah sholat. sikapmu disekolah baik. dan nilai-nilai pelajaranmu juga ga terlalu buruk kok. "
" Ehmmm nyindir nih... ? "
" ga kok. kalau aku jadi guru disekolah ini. aku akan pilih kamu . "
" Sifatmu ga berubah ya.. masih aja kaya dulu .. " .
" emang dulu kaya gimana .. ? "
" kamu tuh .... "
" apa ayoooo .. ? "
" ga jadi dechh ... "
" Ehmm.. kamu juga masih seperti dulu .. "
" emmm ikut-ikutan.. emang dulu gimana "
" ya kalau ngomong terpotong-potong.. "
" hehehee ... "


===========

Hari pelulusan Sekolah. 

    Nurma. gadis modis yang mudah bergaul, Ceria, Agresif, Manja dan Berprestasi. Banyak pula Pria  yang mendekati dia. tapi entah kenapa, aku belum pernah mendengar kalau dia itu sudah punya pacar. atau emang benar-benar dia belum punya pacar. aku masih belum percaya.

" Iman.., pulang dari sekolah. jangan pulang kerumah dulu ya.. "
" emang ada apa .?? "
" aku mau ngomong sesuatu sama kamu .. "
" kenapa ga sekarang aja .. "
" ga enak disini ngomongnya .. "
" mau ngomongin apa sih kamu .. ? "
" ada dech.., nanti abis sekolah kita ke mall ya.. "
" Kok ke mall .. ? "
" ya makan siang dulu. aku dah laper. tenang aj. nanti aku yang traktir kamu dech "
" bukan masalah traktirannya ya, soalnya aku ada keperluan dirumah. aku mau bantu ortuku dirumah.. "
" Cuma hari ini aja kok.., setelah kita lulus kan. tempat kuliah kita kan beda. pasti aku jarang ketemu sama kamu "
" .... tapi .. "
" please.. , mau ya.. ? "
" hmmm.... iya dech. aku telepon ibuku dulu ya.. "
" oke. makasih ya.. "
" iya.. sama-sama "


===========

Didalam Mall. kami makan fried chiken. dan setelah makan selesai.

" Iman.., sekarang kamu lagi dekat sama siapa ? "
" sama kamu.. "
" Bukan itu maksudku. kamu dah punya pacar belum, atau kamu lagi suka sama siapa gitu .. "
" ooo itu. mang kenapa sih..? "
" ya tanya aja. mang ga boleh ya ? "
" boleh-boleh aja sih.."
" ya kalau kamu ga mau jawab ya ga apa-apa sih.. "
" kok gitu sih.. "
" kamu nya aja, kalau ditanya mesti harus ada alasannya. mang kenapa, mang kenapa .. "
" iya iya maaf dech. aku jawab ya .. ? "
" terserah.."
" ehmmm... kebiasaan kamu tuh. dikit-dikit ngambek.."
" biarin.. "
" iya iyaa... aku jawab. aku belum punya pacar. dulu sih ada, perempuan yang aku suka. tapi aku ga berani ngomong. ga PD. kamu kan tau sendiri sifat aku kaya gimana.. malu-malu kucing. hehee..., tapi sekarang aku dah lupain dia kok.. "
" loh.. kenapa dilupain.. ? " 
" ya... pertama sih ada hal yang aku ga suka dari pribadi dia. ga sesuai aj dengan kriteria yang aku cari. dan yang kedua.. kayanya dia ga mungkin suka sama aku.. "
" mang kenapa ? "
" ya kamu tahu sendiri aku kaya gimana. aku pria kurang gaul. tampangku juga ga cakep2 amat. sedangkan dia. sudah cakep, cerdas, gaul lagi... mana mungkin kan .. ? "
" oo begitu. jadi penasaran. siapa sih ? "
" sudah lah. jangan dibahas lagi. aku juga dah lama ga berharap lagi sama dia.. ngomong-ngomong kamu ngajak aku kesini, mau ngomongin apaan sih..? " .
" ya ada hubungannya, yang tadi aku tanyakan sama kamu.."
" yang mana .. ? "
" sebenarnya.., aku malu ngomong sama kamu. tapi aku dah ga kuat lagi  menyembunyikannya "
" tumben.. kamu malu "
" yeee dasar. aku juga manusia kali.. "
" hehehee .. mang mau ngomong apa sih, pake malu segala .. "
" kamu tuh ya.., ga peka apa..? "
" maksudmu ..? "
" selama ini. dari dulu. mulai dari kelas empat SD. aku perhatian sama kamu. itu semua karena. aku tuh suka sama kamu.. "
" apa .. ? . aku ga salah denger nih..? '
" Ehmm... jangan pura-pura ga denger ya.. malu tau .. "
" yang benar kamu. selama ini, kamu suka sama aku ? "
" .... " dia hanya menatapku dengan wajah yang terlihat serius dan perlahan menganggukkan kepala.
" kamu tau ga ? . yang tadi aku ceritain sama kamu. perempuan yang aku suka itu. maksudku dia itu kamu tau.. "
" kamu ga bercanda kan .. ? "
" ...... " aku hanya menggelengkan kepala
" emang menurutmu apa sih..? yang membuat kamu ga suka sama aku. sampe kamu bener-bener ngelupain perasaan kamu itu. "
" jujur ya. sebenarnya sudah lama juga aku suka sama kamu.. tapi ya itu tadi ada hal yang membuat aku ga berani untuk ngomong suka sama kamu..  "
" ....mmmm... "
" aku perhatiin kamu sehari-hari. sepertinya kamu malas atau mungkin ga pernah ibadah sholat..."
" ooo karena itu ya ..? , emang mesti harus sholat ya.. untuk jadi kekasihmu " 
" aku ingin perempuan yang menjadi kekasihku nanti. dia tidak hanya mencintaiku saja. tapi mencintai Tuhan pula..., apa lagi yang aku tahu. kamu itu perempuan muslim.. "
" iya sih. emang aku males kalau mau sholat itu..., makannya aku selalu menghindar kalau kamu ngajak aku sholat.. "
" emang kenapa sih kamu malas sholat. aku lihat kamu rajin belajar. nilai agamamu juga ga terlalu jelek-jelek amat.. "
" mungkin karena ortuku ga pernah sholat. jadi kebawa dech .. "
" ehmmmmm...  "
" jadi sekarang kamu bener-bener sudah ngelupain perasaanmu itu. kalau kamu itu suka sama aku"
" jujur ya. sulit banget untuk ngelupain perasaan cinta itu. tapi karena Tuhan. aku akan selalu mencoba terus untuk bisa menghilangkan rasa cinta itu. "
" kalau aku sholat. kamu mau jadi pacarku .. ? "
" aku senang banget kamu mau sholat. tapi aku ingin kamu sholat itu. bukan karena aku. aku ingin kamu sholat karena berniat hanya ibadah. hanya untuk mendekatkan diri pada Tuhan.."
" jadi kamu mau menerima aku kalau aku seperti itu.. "
" mengapa tidak. kamu sudah cakep, cerdas. rajin ibadah lagi. siapa sih yang ga suka sama kamu. kalau kamu seperti itu.. "
" ehmm bisa juga ya kamu ngegombal.."
" bukan ngegombal ya. itu kenyataan.."
" ...... " dia tersenyum-senyum tersipu malu.
" bagaimana kalau kita ga pacaran .. ? "
" loh .. kenapa.. ? "
" karena di islam itu ga ada namanya pacaran. aku takut melakukan sesuatu yang tidak disukai Tuhan " . 
" ya kita seperti biasa saja...berteman tapi hati kita berniat.. bahwa hubungan kita ini kedepannya untuk serius, menikah... ,bagaimana ? "
" ehmmm ... kok gitu... ? "
" emang nanti kamu pacaran sama aku niatnya untuk apa .. ? "
" ehmmm..... "  dia ga bisa jawab..
" kalau kamu mau jadi pacarku. aku berharap kamu mengerti apa yang aku maksud itu.. "
" boleh ya... aku pikir-pikir dulu . besok aku jawab dech.. "
" iya ga apa-apa. jangan terburu-buru. itu ga baik kok "

 

========

Ke-esokan-nya. Emang jodoh. dia mau dan mengerti apa yang aku maksud. kami berteman kembali tapi tujuan dan niat kami sudah berbeda. kami berteman yang sudah mempunyai niat untuk menikah-menjadi sepasang suami istri yang sholeh dan sholehah. Amin.

dia menginginkan aku untuk membimbing dia. atau mengajari apa saja hal yang dicintai Tuhan. Subhanallah. aku terharu mendengarnya. dia percaya pada cintaku. dan sudah mulai percaya pada Tuhanku. Semoga Tuhan selalu membimbing kami, untuk hidup di jalan yang baik dan benar. Amin.  

===========

Cinta Dengan Syarat. Bukan Berarti tidak cinta sepenuhnya. dan bukan pula, itu adalah sesuatu hal yang tidak baik.

Tergantung apa isi syarat tersebut. Syarat Atas nama Tuhan atau sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Sudah pasti itu adalah sesuatu hal yang baik. dengan begitu, cinta pun akan semakin lebih baik. karena Tuhan akan selalu membantu umatnya, yang telah melakukan sesuatu hal yang baik.

===========

Karena tempat kuliah kami berbeda. kami sudah jarang untuk bertemu. namun kami lebih sering berkomunikasi di telepon. baik itu melalui sms/bbm, atau telepon langsung.

Sebelum waktu adzan magrib tiba. aku menelepon Nurma.

" Assalamualaikum .. "
" Wa'alaikumsalam .. "
" apa kabar calon istriku .. ? "
" alhamdulillah baik calon suamiku .. " 

"  lagi ngapain nih ... ? "
" lagi baca buku aja nih.. calon suamiku lagi ngapain..? "
" lagi telepon calon bidadari.. "
" ehmmm kamu tuh ya bisa aja... "
" bentar lagi adzan magrib. jangan lupa ya sholat dan jangan lupa juga do'ain aku "
" iya calon suamiku yang baik, perhatian. namamu akan selalu ada didalam do'aku "
" makasih .. jadi tambah cinta aj nih.. "
" kamu juga jangan lupa do'ain aku ya .. "
" sudah pasti donk. namamu juga akan selalu ada didalam doa'ku "
" makasih ya sayang .. "
" sama-sama sayang. udah dulu ya. dah adzan nih. wassalamualaikum .. "
" Wa'alaikumsalam .. "

========

Hari ini aku akan bertemu dengan Nurma. disebuah Mall yang dulu pernah kami pergi bersama. yang membuat kami saling tahu perasaan kami masing-masing. 

ketika aku sedang menunggu ditempat persis yang pernah kami makan bersama. ada suara perempuan menyapaku.

" Assalamualaikum .. "  saat aku menengok ke arah suara itu. melihat wajah dan penampilannya. dalam hatiku sempat bertanya-' sepertinya aku tidak mengenal dia '. namun ketika dia tersenyum padaku. aku mulai ingat. aku tersenyum dan dengan suara sedikit gugup. menjawab salam dia.
" Wa'alaikumsalam .. " .
dia datang tidak hanya sendiri. dia datang bersama adik perempuannya yang masih sekolah dasar.
sebelumnya aku sudah tahu adik perempuannya. sekarang dia sudah berbeda. dia sudah terlihat tinggi dan tumbuh besar. tidak hanya itu saja. dia sekarang bersama Calon istriku sudah berpenampilan berhijab. senang sekali melihat mereka. Nurma dengan hijabnya terlihat lebih dewasa. dan terlihat lebih cantik dari biasanya. rasanya ingin cepat-cepat melamar dia .hehee

" Apa kabar Nur.. "
" Alhamdulillah baik. kamu sendiri gimana kabarnya ? "
" Alhamdulillah baik juga ... "
" ........."
" ......... "



=========

Kebiasaan dia sudah berubah. dari cara bicara dan sikapnya sudah terlihat. aku semakin salut dengannya. terkadang dia mengingatkanku untuk sholat malam . dan pula mengajakku untuk puasa sunnah.  buka puasa bersama dengan dia dan bersama adik perempuannya. karena pengaruh dia pula. adiknya berkeinginan untuk berhijab. sungguh luar biasa perubahannya. dia cepat sekali untuk beradaptasi dengan perubahannya.  tidak salah, guru disekolah menilai dia sebagai murid berprestasi. Dia sangat cerdas  dan rajin belajar.

Setelah lulus dari kuliah. Alhamdulillah aku mendapatkan pekerjaan menjadi guru dipesantren. pesantren yang belum terkenal. masih kalangan menengah. Upah nya tidak seberapa besar. tapi aku tetap menerimanya dan mensyukurinya. dari sini aku akan mencari nafkah. dan aku percaya ini awal jalan dari Tuhan untuk mencari Rezeki yang halal. selalu berpikir positif pada Tuhan.

" Nur.. Insyaallah setahun lagi aku akan melamarmu.. "
" kenapa mesti nunggu satu tahun .. ? "
" ya aku kan belum punya apa-apa nur.. aku baru mendapatkan pekerjaan.. "
" ini kan hanya melamar. kamu sama orangtuamu datang saja kerumahku dan katakan sama bapakku kalau kamu mau meminang aku... simple kan .. ? "
" bagaimana dengan orangtuamu ..? "
" tenang aja. orangtuaku sekarang sudah tidak seperti dulu lagi.. nanti aku akan bilang ke ortuku jika kamu mau melamarku .. "


Sungguh tidak menyangka sebelumnya. aku pikir akan sulit untuk membimbing dan merubah dia. ternyata Tuhan tahu apa yang aku inginkan didalam hatiku ini. Insyaallah aku tidak salah pilih.
Sekarang dia sudah bisa membimbingku, mengingatkanku. hingga aku merasa malu. harusnya aku lebih mengerti tentang ini.
Saling membimbing dan saling mengingatkan. Cinta yang semakin kuat, itu yang kami rasakan. 

==========

Tidak menunggu satu tahun. satu minggu kemudian aku melamar dia.  " kalau diizinkan. perkenankan, anak saya ingin menikahi putri bapak .. "  Orangtuaku yang mengutarakan keinginanku untuk menikahi Nurma.  Alhamdulillah Orangtua Nurma menerimaku setelah Nurma meng-iyakan untuk menerima lamaranku.

Dan singkat cerita. Lima bulan kemudian kami menikah dengan kesederhanaan apa adanya. apa yang sudah kami miliki saja. tidak menunggu kemewahan.

Setelah menikah. aku lihat jiwa sosial isteriku lebih meningkat. dia senang mengumpulkan anak-anak disekitarnya untuk belajar agama dan lain-lain, secara gratis.

Alhamdulillah aku memiliki istri yang berjiwa sosial tinggi. dan selalu mendo'akanku. hingga tidak terlalu sulit untuk mencari Rezeki. Selama hidup bersamanya. aku merasakan kemudahan untuk mendapatkan Rezeki. dan ketenangan didalam hidupku. meskipun aku belum pernah merasakan rasanya disyurga. tapi sekarang, aku sepertinya sudah merasakannya.

Istriku. dengan cinta syarat yang aku berikan. aku semakin kagum padamu dan Aku sangat mencintaimu.




===========


Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)






 





 
  



  



 




 




Minggu, 23 November 2014

" Bos Dulu VS Tuhan Dulu "



    Ketika aku percaya pada Bos. Berkerja pada Bos. aku harus mengikuti peraturan yang telah dibuat oleh perusahaannya. dari cara berpakaiannya. dari cara kerjanya. Bos akan melihat dan memperhatikan karyawannya. bagaimana penampilanku didalam kantor. sudah rapihkah, sudah bersihkah atau sudah pantaskah aku berkerja diperusahaannya. dan selain itu. bagaimana cara aku berkerja. disiplinkah ? . kerja keras kah ? . atau ada hasilnya kah, aku berkerja diperusahaannya ? . 

    Semua yang aku lakukan atau aku kerjakan di perusahaannya, pasti ada balasannya. bila aku berkerja dengan baik. sesuai dengan keinginan Bos. sesuai dengan peraturan diperusahaannya. pasti hasilnya pun akan baik pula. Mungkin Bos akan memberikanku hadiah atau naik jabatan, atau pula mungkin naik gaji. Begitu juga sebaliknya. bila aku sering melanggar peraturan yang sudah ditentukan oleh perusahaannya. atau cara kerjaku tidak sesuai dengan keinginan Bos. Mungkin Bos akan menegurku. memarahiku. atau bisa jadi. aku akan dipecat dari perusahaannya.


    Bos tidak akan bisa melihat cara kerjaku setiap hari. atau selama aku dikantor. bos belum tentu bisa memperhatikanku sepenuhnya. bisa jadi ketika aku rajin berkerja. disaat itu bos tidak ada. dan disaat aku sedang tidak berkerja. Bos sedang memperhatikanku. disini akan terjadi kesalahpahaman. bos akan berpikir bahwa aku ini pemalas, atau tidak disiplin.

    Dan bisa saja. bagi karyawan yang malas sehari-harinya. bila bos melihat disaat dia sedang berkerja.  mungkin juga bos akan berpikir- dia adalah pekerja keras dan rajin berkerja. ini adalah letak keadilan Bos. karna karyawan tidak semua mempunyai sifat yang sama. ada yang benar-benar tulus berbakti pada bos. dan ada pula yang cari muka. alias cari perhatian. dengan cara berpura-pura berkerja. ketika bos tidak ada- langsung bermain game.dll ehmm... ? .

    Bos adalah manusia. jadi tidak semua sifat bos itu sama. ada yang dibilang bos baik. ada pula bos yang pelit. atau ada juga bos pemarah- dikit-dikit marah. mungkin masih terlihat menguntungkan bila berkerja diperusahan Bos yang baik. kerja kerasku akan diperhatikan. dan akan mendapatkan hasilnya. bisa dapat bonus. bisa naik jabatan. atau naik gaji. tapi bagaimana bila aku berkerja diperusahaan bos yang pelit dan pemarah. selama aku berkerja. meskipun aku mengikuti peraturannya. kerja kerasku. belum tentu ada hasilnya. rejekiku mungkin akan begitu-begitu aja. dan dengan sifat bosku itu. pasti bebanku akan semakin bertambah.

    Selama percaya pada Bos. meskipun mengikuti peraturannya. Rejekiku hanya datang dari dia saja. dan belum tentu berkah. tergantung cara bos berkerja atau membuat peraturan diperusahaannya. ada perusahaan maju dengan cara jujur. ada pula perusahaan maju dengan cara kotor atau berbohong / curang. mendapatkan keadilan dari bos. hanya bisa terlihat dari cara bos memandangku. cara bos memperhatikanku. dan bos tidak selamanya memperhatikanku. tidak akan tahu semua, apa yang pernah aku kerjakan atau yang pernah aku lakukan terhadap perusahaannya.


============

    Bagaimana bila aku percaya pada Tuhan. caranya ya tidak jauh sama. hanya hasilnya berbeda. dan lebih adil. Karena Tuhan Maha melihat. dia akan lebih tahu apa yang sedang aku lakukan dan apa yang telah aku lakukan. dia tahu segalanya. dan balasannya pun akan sesuai dengan apa yang pernah kita lakukan. Karena Tuhan Maha Adil dan Maha Pengasih.

    Seperti aku percaya pada Bos. sebelum mendapatkan gaji / Rezeki. aku harus berkerja dan mengikuti peraturan terlebih dahulu. Pada Tuhan pun Hampir sama. Sebelum aku mendapatkan Rezeki,  aku harus berikhtiar dan mengikuti peraturan Tuhan. Sesungguhnya. bila kita hanya mengikuti peraturan-Nya saja(Tuhan). Rezeki akan datang dengan sendirinya. Karna Tuhan Maha Baik. Maha Pengasih dan Maha Penyayang. terutama pada Umatnya yang mengikuti peraturan-Nya(Tuhan). Hanya saja bila aku berikhtiar-itu akan lebih baik. dan Rezeki pun akan semakin bertambah.  Karena Tuhan mencintai Umatnya yang berusaha/berikhtiar.

    Peraturan Tuhan seperti apa ?. Sebagai Umat Islam. Peraturan yang ada Didalam kitab suci Alquran. Mengikuti perintah-Nya dan Menjauhi larangan-Nya. Harus mulai darimana.. ?.

    Terutama dari penampilan. caraku berpakain. tidak mungkin aku berkerja sebagai Accounting, didalam kantor dengan berpakaian Renang. apa yang akan terjadi. apakah Bosku akan menyukainya. atau akan mentertawakanku. atau menegurku dan memarahiku. bila aku terus berpakaian seperti itu. bosku pasti akan memecatku dari perusahaannya.

    Berpenampilan seperti apakah sebagai muslimah yang baik. yang bisa mengikuti peraturan Tuhan. dan Hingga Tuhan Menyukainya. pakaian yang bisa menutup auratnya. ya berhijab yang baik. bukan dengan pakaian yang ketat. yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.

    Setelah berpenampilan sesuai dengan yang Tuhan Suka. selanjutnya beribadah. melakukan sesutu hal yang diwajibkan Tuhan. Misalnya Sholat lima waktu. dan ingin lebih dipuji lagi oleh Tuhan. aku harus melakukan sunnah-sunnah yang sudah ditentukan oleh Tuhan. tidak lupa pula menghindar atau menjauh dari larangan Tuhan. Sesuatu hal yang tidak baik dimata Tuhan.

    Tuhan Tidak akan pernah tidur. Tuhan akan selalu mendampingiku. selalu memperhatikanku. Rezekiku akan tergantung pada Tuhan. akan tergantung pada caraku berikhtiar dan beribadah. bila aku melakukan sesuatu yang baik. Tuhan akan membalasnya dengan yang lebih baik lagi.

    Apakah Benar semua itu terjadi..? . kalau begitu, Bos dulu atau kah Tuhan Dulu ? .


===========

    Dari cerita diatas. jika itu benar terjadi. aku akan memilih Tuhan Dulu. Karena Tuhan akan lebih Adil. Dibandingkan dengan Bos.

    Aku bercermin diri. sudah pantaskah aku. bahwa aku percaya pada Tuhan. mengingat masa-masa sebelumnya. sepertinya aku belum pantas bila aku percaya pada Tuhan. aku belum bisa sepenuhnya mengikuti aturan Tuhan. apa yang diperintahkan Tuhan dan apa yang dilarang Tuhan.

    Pantas saja hidupku tidak sebaik apa yang Tuhan janjikan. Bahwa yang baik. akan mendapatkan yang baik pula. ya aku sepertinya belum termasuk orang yang baik. baik dimata Tuhan. jangankan Ibadah. cara berpenampilanku saja. masih terbuka. aurat terlihat kemana-mana. dan bergaul bebas. bersama pacar. berpegangan tangan yang bukan mukhrimnya. benar juga. Tuhan Maha Adil.

    Aku harus bisa merubah hidupku. hidup yang terbaik dari yang terbaik adalah hidup dijalan Tuhan. ada keadilan. ada yang mengasihi. ada yang menyayangi. ada pula yang memberikan kebaikan. itu semua bukan bersifat sementara. Percaya pada Tuhan. Kebahagiaan untuk selamanya. jangan hanya percaya saja. tapi lakukan. bila tidak ada action. hanya percaya saja. sama saja aku berbohong pada Tuhan.

Kebahagiaan Abadi- Percaya pada Tuhan. Dan lakukan. apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh Tuhan. 

Yuk Sama-sama Memperbaiki kekurangan kita dimata Tuhan. semoga bisa dan pasti bisa. Semangat semangat semangat . Amin.




Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)







   

 



 


 
        

 
 









  

   

Senin, 17 November 2014

" Hidayah & Jodoh "

    Pulang dari tempat kerja. aku melihat seorang pria dewasa duduk dipinggir jalan. dengan kondisi pakaian yang berantakan. dan ada sedikit luka memar didahinya. terlihat wajah kebingungan. entah apa yang dia cari. dia melihat ke kanan, ke kiri dan kebelakang. Sepertinya dia sedang membutuhkan pertolongan.

    Aku yang merasa kasian padanya. dan penasaran apa yang sedang terjadi padanya. aku dekati dia. dan mencoba bersikap ramah padanya.
" Assalamualaikum. maaf mas, mas sedang cari apa.. ?  "
" mba ini siapa ya ... ? "
" dari tadi saya perhatikan, mas terlihat orang yang sedang kebingungan.., saya hanya ingin tahu apa yang terjadi pada mas.. " .
" saya tidak tahu mba.., apa yang telah terjadi pada saya.. "
" kalau boleh tahu. Mas ini darimana dan mau kemana .. ? "
dengan pertanyaanku itu. dia semakin terlihat bingung. dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
" ada KTP mas .. ? "

" .........................."
Dia tidak tahu namanya sendiri. alamat rumahnya pun, dia tidak tahu. dompet yang dia miliki sudah hilang. mungkin pemuda ini mendapatkan kecelakaan. barang yang dia miliki dicuri orang. dan sekarang dia sedang hilang ingatan. mungkin pengaruh kecelakaan yang terjadi padanya.

 
=========

    Bila pemuda itu aku bawa ke polisi. aku takut aku akan menjadi tersangka. dan aku harus banyak menjawab yang mungkin banyak pertanyaan dari polisi. karena itu. aku bawa saja pemuda itu ke rumah orangtuaku. aku tidak tega melihat dia sendirian seperti orang kebingungan. 

    Setelah aku menjelaskan tentang pemuda itu kepada orangtuaku. Alhamdulillah orangtuaku setuju untuk sementara pemuda itu tinggal bersama keluargaku.

    Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. kedua adikku semuanya laki-laki. ayah dan ibuku adalah seorang guru dipesantren. dan aku pun seorang guru SMP di pesantren pula.
 
=========

    Beberapa minggu pemuda itu tinggal bersama kami. dengan sikap orangtuaku dan kedua adikku yang ramah. pemuda itu sudah mulai merasa nyaman tinggal bersama kami.

    Tiga bulan kemudian. dia sudah seperti saudara sendiri. dia suka membantu pekerjaan rumah, membantu mengantar barang dagangan ibuku. dan yang sebelumnya dia tidak bisa sholat, tidak bisa membaca alquran. sekarang dia sudah terlihat sangat rajin sholat. dan pula sering mengikuti pengajian bersama adik-adikku.

    Hampir setahun. aku sudah mulai ada rasa suka padanya. entah apa yang aku suka padanya. wajahnya kah. atau sikap baik-nya kah. aku tidak tahu. mungkin pula karena terlalu sering bertemu dengannya. bicara maupun bercanda dengannya. bisa jadi iya. dan aku pun melihat dia, dari cara sikapnya, perhatiannya padaku. sepertinya dia pun punya rasa yang sama. kalau kami saling menyukai. mungkin saling mencintai.

    Dan benar apa yang aku rasakan selama ini. dia mengatakan cinta padaku. meskipun aku mencintainya juga. namun aku tidak langsung menjawabnya untuk menerima cintanya. karena aku belum tahu tentang dia semuanya. darimana asalnya. bagaimana keluarganya atau yang lain.

    Dengan penjelasanku itu. Alhamdulillah dia sangat mengerti. karena itu pula. dia mencoba untuk mencari keluarganya. dia berusaha pergi kemana-mana untuk mencari keluarganya. mencoba untuk mengingat-ngingat masa lalunya. hingga dia sakit kepala. dia melakukan semua itu. karena dia sangat mencintaiku dan ingin menikahiku.

=========

    Ooo.. iya. karena dia lupa dengan namanya sendiri. kami memberi dia nama "Yusuf". hari ini seperti biasa Mas Yusuf membantu ibuku. untuk mengirim barang dagangannya. didalam perjalanan ketika dia sedang berada didalam angkot. Mas Yusuf mendapatkan kecelakaan. angkot yang dia tumpangi menabrak angkot yang lain. hingga yusuf dibawa kerumah sakit.

    Aku yang telah diberi tahu oleh tetanggaku. bersama orangtuaku. waktu itu juga kami pergi kerumah sakit. setibanya disana. terlihat dia sudah sadar dari pingsannya. dan aku melihat perban didahinya.

" gimana mas yusuf. sudah baikan... ? " 
" maaf ya. kalian ini siapa .. ? " .
pertanyaan itu membuat kami semua kebingungan.
" aku mba Siti mas ... ? "  karena aku sudah dekat dengannya. jadi bukan kata "saya" lagi. tapi "Aku"
" maaf mba. saya tidak kenal mba.. " .

lalu ayahku bergumam .
" nak, mungkin dia sudah sadar dari ingatannya.. " .

karena aku masih penasaran padanya. aku bertanya kembali padanya.
" Mas. aku ini yang mengajarkan kamu sholat, baca Alquran.. ". lalu dia terlihat terkejut dan bingung.
" Maaf ya mba. saya tuh dari kecil ga pernah sholat, ga pernah baca Alquran. karena saya ini non-muslim mba.. " .

mendengar jawaban darinya. aku lebih terkejut. ternyata dia adalah seorang non-muslim.


    Beberapa menit kemudian. masuklah seorang bapak dan ibu. dan mereka adalah orangtua pemuda itu. mungkin Yusuf sudah mengingat dan bisa menelepon keluarganya. hingga mereka atau orangtua nya bisa datang kerumah sakit.

    Aku dan orangtuaku menjelaskan pada orangtuanya. bahwa selama ini, ketika yusuf hilang ingatannya. dia tinggal bersama kami.  dan setelah orangtuanya bisa mengerti apa yang kami jelaskan tentang Yusuf. kami pergi dari kehidupannya.

=========


    Aku yang telah mencintainya dan berharap dia menikahiku. dan pula dia sudah janji padaku. bila dia telah menemukan orangtuanya. dia akan menikahiku. ternyata ceritanya lain. tidak mungkin aku menikah dengannya. karena dalam agamaku. tidak baik menikah dengan pria non-muslim. bahkan hukumnya haram.


    Meskipun sulit untuk melupakan dia. tapi dengan ibadahku dan ingat pada Tuhanku. Yaitu Allah SWT. Aku bisa sedikit melupakannya. dan sudah tidak berharap lagi-dia akan menikahiku. 

    Satu tahun. Dua tahun. Tiga tahun. tidak ada kabar darinya. hingga aku memutuskan untuk menikah dengan temanku. dia adalah seorang guru. guru dipesantren. tempat aku mengajar.

==========
    Dua bulan kemudian. tidak aku sangka. pria yang pernah aku cintai dan pria yang pernah aku lupakan. dia datang kerumahku. dan menemuiku.

" Apa kabar mba .. ? "
" Alhamdulillah baik.., mas gimana kabarnya.. ".
" Alhamdulillah baik juga..". dalam hati bertanya-tanya dengan jawabannya. seorang non-muslim mengucapkan Alhamdulillah ?.
" Mas ada apa ya kesini... ?, bukannya mas sudah lupa sama aku..? " . 
" iya makannya itu, mas kesini karena mas sudah bisa mengingatnya. mas kesini mau tepati janji mas. aku ingin melamarmu..dan menikah dengan kamu ".
" bukannya mas itu non-muslim..".
" sudah setahun mas mempelajari ilmu agama islam. dan mas juga sekarang sudah menjadi umat  islam.  " 
" apa mas ... ? "
" iya sekarang mas sudah beragama islam. dan sekarang mas ingin menepati janji mas. mas ingin  menikahi kamu. " .
" maaf ya mas. satu tahun lebih. aku sudah nunggu kabar dari mas. tapi mas ga ada kabar sama sekali. dan sekarang aku sudah menikah " .
" apa ..benar kamu  sudah menikah.. "
" iya mas.  dua bulan yang lalu aku menikah dengan temanku. sejak kamu ga ada. dia yang selalu perhatian sama aku.  mungkin kita ga jodoh mas. " .
"........" .

  
============= 

    Satu tahun kemudian. dia mengundangku. dia akan menikah dengan seorang perempuan muslimah berhijab.

Hidayah bisa datang pada siapapun dan kapanpun. Begitu pula Jodoh.





Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)





















 



 

Kamis, 13 November 2014

" Semua OrangTua itu Baik. Hanya Saja ... "

    Aku anak ke tiga dari tiga bersaudara. Ratna. kakaku yang pertama, sudah menikah dan sudah punya satu anak perempuan yang masih berumur tiga tahun. Raka. kakaku yang kedua, belum menikah tapi sudah berkerja.

    Mba Ratna. hanya lulusan SMP. Mas Raka. hanya lulusan SMA. Semua itu karena faktor materi. orangtuaku tidak mampuh melanjutkan anak-anaknya untuk sekolah ketingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi. 

    Ayahku diJakarta hanya bisa berkerja sebagai tukang parkir. Ibuku hanya sebagai petani dikampung. Melihat anaknya sampai sekolah SMA saja. Orangtuaku sudah cukup senang. Apalagi kak Raka sudah bisa berkerja.

    Sebelumnya. aku pikir. orangtuaku tidak mampuh membiayai kak Raka untuk kuliah alasannya karena materi mereka tidak cukup untuk membiayai kuliah. tapi setelah aku lulus SMA. yang aku pikirkan selama ini ternyata-SALAH.

    Bukan hanya karena materi saja. tapi ada hal lain yang membuat mereka tidak menginginkan anaknya untuk kuliah. Yang pertama. Mungkin tidak ada Niat. Atau mungkin dalam pikiran mereka yang penting anak-anaknya sudah bisa berkerja. itu saja sudah cukup.

**********
   Ayahku mendapatkan warisan dari orangtuanya. Jumlahnya ya lumayan cukup besar. Disaat itu aku merasa senang sekali. karena dengan itu. keinginan untuk kuliah, mungkin akan terwujud. apalagi aku adalah anak terakhir yang masih sekolah. dan aku adalah seorang laki-laki. Biasanya orangtua akan berpikir-'harus ada anak yang bisa sekolah tinggi atau mempunyai pendidikan yang lebih tinggi. dimasa depannya, setelah berkeluarga. seorang laki-laki mempunyai tanggung jawab yang besar " . 

    Namun keinginanku untuk kuliah. terhapus sudah. karena cara orangtuaku berpikir berbeda- setelah lulus SMA. mereka membiarkanku untuk mencari pekerjaan. Dikampungku, lulus SMA saja, rata-rata sudah termasuk sekolah tinggi. karena kebanyakan dikampungku, mungkin orangtua menyekolahkan anaknya, hanya bisa mampuh sampai SMA saja.

***********

    Bila orangtuaku benar-benar berniat untuk membiayaiku kuliah. sebenarnya orangtuaku mampuh. Mereka hanya tidak ingin melihat anaknya mempunyai pendidikan lebih tinggi lagi. mereka sepertinya tidak ingin melihat anaknya lebih maju. atau pendidikannya atau kehidupannya lebih baik dari anak yang lain. Mereka lebih memilih uang warisan itu. dipergunakan untuk membeli sawah dan kebun. hingga akhirnya sekarang aku berkerja menjadi pelayan Restaurant.

    Ada rasa sedikit kecewa dihatiku. Menjadi pelayan. tidak pernah sedikitpun terpikir olehku. aku merasa ini bukan kehidupanku. bukan begini, yang selama ini aku inginkan. aku ingin kuliah, mempunyai pendidikin yang lebih tinggi. agar aku bisa berkerja dikantor, mendapatkan gaji yang lebih besar. dan lebih dihormati banyak orang.

    Didalam keseharianku. rasa kecewaku terhadap orangtuaku, semakin lama semakin marah. Hidup pun tidak ada rasa semangat. hanya ada rasa malas menemaniku.

    Orangtuaku tidak mengerti keinginan anaknya. mereka tidak memikirkan masa depan anaknya. mereka tidak ingin tahu apa mimpi anaknya. apa yang membuat anaknya merasa senang. mereka tidak sama sekali memikirkan itu. yang terpenting anaknya sudah bisa berkerja. Apakah seperti itu pikiran orangtua yang baik.

*********
Sebelum mendapatkan pekerjaan.

" Bu. Riki pengen kuliah.. "
" Ibu ga mampuh nak, untuk membiayai kamu kuliah.."
" Bapak kan dah punya warisan bu... "
" Uang itu dah ibu pakai nak, buat beli sawah dan kebun .. "
" Kenapa sih bu.., ga dipakai buat kuliah Riki..? "
" Buat apa sih nak kuliah lagi.., kakamu aja hanya lulusan SMA. Sekarang sudah dapat    pekerjaan.."
" Tapi Riki pengen kuliah bu.. "
" Ibu bukan orang kaya nak.., buat kehidupan sehari-hari aja. Ibu masih ngutang ke orang lain "
" Ahh.. Ibu aja. ga ada niat untuk kuliahin Riki " .



    Hubunganku dengan orangtuaku yang sebelumnya sangat dekat. karena masalah itu. hubunganku dengan orangtuaku menjadi renggang. ada rasa malas untuk mendekati atau bicara dengan orangtuaku. mungkin karena masih ada rasa kecewa yang selalu menghantui pikiranku. hingga rasa marah pun bergejolak. '

    Sikapku pun berubah. aku menjadi anak nakal, ugal-ugalan, bergaul dengan pemuda pengangguran. Keluyuran malam-malam. hingga berantem dengan orangtuaku yang tidak suka dengan sikap perubahanku. 

    Karena kakaku. aku bisa berkerja sebagai pelayan Restaurant. ditempat dia berkerja.

**********

    Dijakarta. aku berkerja dengan rasa minder. tidak ada rasa percaya diri. aku merasa direndahkan oleh orang lain. aku pun malu untuk bergaul. apalagi bergaul dengan orang yang wawasannya lebih luas dariku.

    Dengan uang yang aku punya dari gajiku. hanya bisa untuk makan sehari-hari dan membeli pakain. ingin main bersama teman-teman saja. masih memikirkan " cukup ga ya uangku untuk main? " . dan ingin mendekati perempuan yang aku suka aja. karena melihat kekuranganku. aku tidak berani untuk menyapanya atau mendekatinya.

    Aku jarang sekali pulang ke kampung. masih ada rasa kecewa pada orangtuaku. bila orangtuaku meneleponku atau menelepon kakaku, hanya untuk ingin bicara denganku. aku menolak untuk bicara dengan mereka. kakaku pun terkadang menegurku. tapi aku selalu menghiraukannya. aku tetap kecewa pada orangtuaku. yang tidak menginginkan untuk mewujudkan mimpiku. mereka hanya mementingkan kehidupan mereka saja. mereka tidak peduli apa keinginan anaknya.
 
*********

    Setelah bertahun-tahun dengan rasa kecewaku pada orangtuaku. kini aku sudah berusia-28. aku mulai sadar. sikapku terhadap orangtuaku salah besar. dan aku sangat menyesal. karena kesadaranku ini, ada setelah ibuku meninggal dunia.

    Sebelum ibuku meninggal dunia. ibuku sempat menjelaskan tentang mengapa dia membeli sawah dan kebun. " karena ketika nanti ibuku dan bapakku meninggal. mereka ingin meninggalkan sesuatu yang berguna untuk anaknya. hingga anak-anaknya tidak merasakan kekurangan materi. dengan itu mereka bisa tenang diakhirat kelak.. karena melihat anak-anaknya bisa hidup bahagia dengan berkecukupan materi ".

    Aku sangat bersalah sekali dan sangat menyesal tentang sikapku pada orangtuaku. Ternyata orangtua sangat peduli pada anak-anaknya. ternyata orangtuaku sangat baik. dan ternyata bertahun-tahun aku sudah mengecewakannya. aku tidak tahu berterimakasih. apakah aku termasuk anak durhaka. Maafkan Aku ya Allah.. Ibu, Bapak .. maafkan aku. aku sangat menyesal sekali.

   Ingin hidupnya maju. Ingin kaya. Ingin gaji besar. atau ingin berpenghasilan besar. tidak hanya dengan menjadi sarjana saja. ternyata masih banyak cara.


Semua Orangtua itu baik. Hanya saja... caranya yang berbeda.




Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)








  
     










 







  
     

       

Minggu, 02 November 2014

" Suamiku Berseragam .. "

    Malam ini. aku sangat senang sekali. karena suamiku akan pulang dari tempat tugas kerjanya diluar kota. setelah sholat isya. untuk menyambut suamiku yang sudah lama tidak bertemu. aku mempercantik diri. dengan penampilan sexy pula. berhubung dirumahku tidak ada orang lain. malam ini aku tidak memakai hijab seperti biasanya.

    Mempersiapkan makan malam seindah mungkin. agar suamiku senang. dan semakin mencintaiku. dengan gelisah aku duduk menunggu di ruang makan. sambil melihat jam dinding. terlihat jam delapan malam lebih. hampir mendekati setengah sembilan.

    Suara mobil terdengar. aku lihat dijendela. benar yang aku rasakan. aku melihat pria tegap tinggi berseragam. Ya dia adalah suamiku.

    Aku sambut dia dengan pelukan mesra. Tas yang dia bawa. aku ambil dan aku letakkan ketempat yang biasanya. diruang makan. kami duduk berhadapan. wajahnya dan sikapnya masih terlihat sama seperti pertama kali masuk rumah. tidak terlihat senang. sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan. aku mencoba untuk bersikap ramah. namun balasannya sama saja-Cuex.

" Pah.. Ada apa sih.. " .  Dia masih terdiam. dan mata tajamnya menatap mataku dengan lebih tajam. Dia mengambil Pisau yang ada dimeja. yang sengaja ditaruh untuk mengupas buah apel. perlahan dia berdiri mendekati membelakangi tubuhku. hatiku perasaanku sudah mulai terasa takut. disaat aku menengok kebelakang. lalu dia mendekapku dengan kasar. pisau yang dia pegang didekatkan kewajahku.
" jadi selama ini, sejak aku ga ada dirumah. kamu jalan sama pria lain ya .. " .
dengan sepontan tangaku menahan lengan dia yang kuat. agar pisau itu tidak mengenai wajahku.
" apa sih pah, pria yang mana .. ? " . dengan nada suaraku yang sesak. karena dekapannya yang semakin kuat. " jangan pura-pura ga tau yaaa " . Suara suamiku semakin marah dan terdengar kencang. aku mencoba sekuat tenaga untuk berdiri.

    Ketika kami sudah dalam keadaan berdiri. Pisau itu sudah ada didekat perutku. tanganku masih bisa menahan tangannya. dengan sekuat tenaga, aku mencoba melepaskan tubuhku dari dekapannya yang kasar. setelah sedikit menjauh dari tubuhnya. tidak disengaja. aku memegang tangan dia yang masih memegang pisau itu. yang tadinya mengarah pada perutku. dengan tenaga dia sendiri. pisau itu menjadi mengarah kesamping kiri perut suamiku. aku lihat baju yang dia kenakan keluar darah. suamiku merasa kesakitan dan tergeletak dilantai. dengan paniknya aku. melihat suamiku dengan rasa takut. tergesa-gesa. aku pergi kekamar untuk mengambil beberapa pakaian dan dompet. setelah dimasukkan kedalam Tas. aku langsung pergi melewati suamiku yang sedang terbaring kesakitan.

    Aku melarikan diri dari rumah suamiku. berhubung sudah malam. aku naik taxi menuju rumah teman terdekatku. Paginya aku pergi ke terminal bus. untuk pergi jauh dari kota ini. menghindar dari kehidupan suamiku. suamiku yang pencemburu dan kasar. jangankan untuk melakukan selingkuh. niat pun tidak ada dalam pikiranku.  

--------

    Sikap suamiku seperti itu bukan yang pertama kali. Ini adalah yang ketiga kalinya. Sebelumnya pernah juga aku kabur dari rumahnya. waktu itu aku pergi kekampungku di jawa tengah. tapi tidak lama kemudian suamiku menjemputku dan memintaku untuk balik lagi kejakarta. tempat istananya. Dia meminta maaf. dan sedikit memaksaku agar aku bisa balik lagi kerumahnya. karena dia ingin berubah, tidak akan mengulangi sikap kasarnya itu. aku menerima maafnya dan ikut pergi bersama suamiku.

    Namun kali ini. Aku tidak akan pergi kekampung halamanku. karena suamiku sudah tahu rumah orangtuaku. aku ingin kehidupan yang bebas. aku ingin kehidupan yang baru. aku sudah tidak sanggup lagi hidup dibayang-bayangi suamiku. aku sudah tidak merasakan kebahagiaan bersamanya. aku hanya manusia biasa. aku pun menginginkan hidup yang bahagia. seperti keluarga lain. penuh dengan senyuman. canda tawa. hidup yang harmonis. penuh dengan kasih sayang. bukan kehidupan dengan rumah yang mewah dan harta berlimpah tapi batin terasa sakit tersiksa.

    Daerah Jawa timur. tempat untuk kehidupan baruku. aku bertemu dengan teman lama. sewaktu aku masih berkerja bersama. namanya Ayu. cantik dan baik hati. Dia sudah menikah dengan seorang guru pesantren. sekarang dia hanya menjadi ibu rumah tangga. terkadang dirumah mengajar mengaji pada anak yang masih SD.

    Setelah bercerita panjang tentang kehidupanku bersama suamiku. Alhamdulillah dia mengerti apa yang sedang aku rasakan. dan dia bersama suaminya, akan membantu untuk mencari tempat tinggalku.

    Seharian berkeliling. akhirnya aku menemukan rumah sederhana yang sudah lama tidak ditempati. rumah itu milik pak RT. 

------------

 
    Rumah yang tadinya kotor, banyak debu dan penuh barang yang berantakan. kini sudah terlihat rapih dan bersih. semua ini karena dibantu oleh saudara-saudaranya temanku. Rumah yang akan aku tempati ini tidak gratis loh.

    Aku meminta pekerjaan pada temanku. Alhamdulillah. Suaminya yang baik menawarkan pekerjaan padaku. untuk menjaga salah satu warung / toko yang ada dipesantren.

    Dua hari kemudian. Aku langsung berkerja. Suami temanku yang memberi tahu tempat dan cara berkerjanya. karena pemilik warung ini belum sempat datang.

    Ketika aku sedang menyapu halaman didepan warungku. ada anak perempuan yang masih berumur 6 tahun.
" Assalamualaikum...., " .
" Waalaikumsalam ..."
" Mba baru ya disini... " .
" emmm.. ". aku mendekati anak kecil itu. " ade siapa ya .., kok sendirian aja, kemana ibunya..?  " .
" namaku Suci mba, suci ga punya ibu.. "
" terus suci kesini sama siapa .. ? "
" sama bapak .. " .

Beberapa menit kemudian. ada seorang pemuda berkemeja batik menghampiri kami.
" Suci lagi ngapain .., jangan nakal ya ..? ". 
" ..... " Suci hanya diam saja.
" ini mba dewi ya .. ? "
" iya pak.. " .
" Saya Yusuf .. "  dan kami berkenalan tanpa bersalaman.


    Pak Yusuf adalah pemilik warung. tempat aku berkerja. Dia pula seorang guru agama dipesantren. Dan Suci adalah Anak satu-satunya. Meskipun sudah punya anak. tapi usianya hanya terpaut 3 tahun lebih tua dariku. Istrinya sudah tiada karena penyakit Kanker Rahim.

---------

    Orangtuaku sudah tahu, bila aku sudah tidak bersama suamiku lagi. aku berpesan pada orangtuaku, bila suamiku bertanya mengenaiku. bilang saja tidak tahu. karena aku tidak ingin suamiku tahu tentang keberadaanku.

    Ditempat baruku ini, aku sudah merasakan kehidupan normal. sudah tidak ada lagi pertengkaran, perselisihan, yang bisa membuat hatiku sakit. aku benar-benar merasakan kebahagiaan. 

    Selain berkerja. aku pun mencoba ikut membantu temanku untuk mengajar membaca al-quran pada anak-anak ditempat pengajiannya.

    Suci sering main ke warung. hingga hubunganku dengannya semakin dekat. dia sudah seperti anakku sendiri. aku menjadi sayang padanya. anaknya cantik. lucu. dan pintar bicara. dia belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. karena ibunya meninggal disaat dia masih berumur 1 tahun. dia merasa nyaman bersamaku. terkadang dia menganggapku seperti ibunya sendiri.

---------

    Sudah setahun aku berkerja. Hubunganku bersama Pak Yusuf dan Suci. sudah tidak terlihat lagi kalau aku ini adalah karyawan. kami sudah terlihat seperti teman dekat saja. Sudah saling mengenal kehidupan masing-masing. 

    ketika dipesantren libur. sore hari. aku bersama suci sedang bermain dirumah. terdengar suara pintu rumah diketuk-ketuk. dan aku mendatanginya. Tidak aku sangka orang yang sudah lama aku lupakan. dia hadir didepanku. aku tidak tahu dia tahu darimana tentang keberadaanku. munkin karena pekerjaan dia. memudahkannya untuk mencariku. ya dia adalah suamiku.

    Meskipun dia tidak sedang mengenakan seragam. Walaupun sudah lama tidak bertemu denganya dan aku sudah melupakannya. Dengan spontan wajahku terkejut melihatnya. Aku coba untuk menutupi pintu. tapi suamiku dengan gesit menahan pintu itu. hingga aku terdorong, hampir saja aku terjatuh. aku menjauh darinya. suci mendekatiku dengan wajah ketakutan. langsung saja aku merangkulnya untuk melindunginya. dengan wajah penuh amarah, suamiku melihatku.
" siapa dia ... " sambil matanya menunjukkan ke suci.
" ini anak temanku .." .
Tiba-tiba temanku-Yusuf datang untuk menjemput suci.
" Assalamualaikum.. " . hanya aku yang menjawab " waalaikumsalam.. " .
Suci mendekati bapak-nya " Pak ...." .
Suamiku melihat temanku dengan Curiga.  " Siapa dia .. ?"
" Dia temanku .. "
" Mas.. Kenalin ini suamiku.. " .
Saat temanku mengulurkan tangannya. namun suamiku tidak menyambut tangannya.
" jadi selama ini kamu tinggal sama dia. kamu pergi karena dia..? " .
Temanku bergumam " Maaf pak.., bapak salah paham.. " .
Suamiku mengambil pistol dan diarahkan ketemanku. " Kamu diam ya.. " .
Aku yang semakin takut akan terjadi pada temanku. aku menghadangnya . " kamu boleh bawa aku pulang. jangan ganggu dia. dia tidak tahu apa-apa.. dan bukan siapa-siapanya aku .. ? " .

    Aku dibawa suamiku ke mobilnya untuk pulang kejakarta. dalam tengah perjalanan. Dia meminta maaf padaku dan tidak akan mengulangi kejadian itu lagi. tapi aku sudah tidak percaya lagi. dari dulu juga dia seperti itu. meminta maaf dan tetap melakukan sikap kasarnya lagi.  
" pah.. aku merasa hubungan kita sudah tidak cocok lagi.. "
" maksudmu apa .. ? ".
" Aku minta cerai.. " .
" Apa kamu bilang .., jadi kamu ingin cerai dan kamu bisa tinggal sama temanmu itu..? "
" sebelum aku kenal temanku itu. aku sudah mengingingkan cerai .." .


Suamiku membelokkan mobilnya. dan dalam hati aku bertanya-tanya " mengapa mobilnya dibelokkan ? " . arahnya seperti ingin balik lagi kerumah temanku.
" mau kemana lagi pah ..? " .
" aku akan beri pelajaran pada temanmu itu. agar dia tidak mengganggu istri orang lagi.." .
" Apa-apaan sih kamu.. " sambil aku mendorong-dorong tubuhnya.. ".
" sudah diam kamu .."  dia pun membalas mendorong tubuhku dengan kuat. dalam hatiku berzikir. berdoa meminta pertolongan pada Tuhan. agar tidak terjadi apa-apa pada temanku itu. bisa saja dengan sifat suamiku. dia akan menembak temanku.
" baik pah.., aku tidak akan bercerai sama kamu.. "
Ketika ada belokan yang tajam. dia melihat kearahku . aku yang sedang memohon-mohon padanya.
Ada mobil angkot. dengan arah yang berlawanan.  dan mobil suamiku yang sedang berkecepatan tinggi. bertabrakan dengan mobil angkot itu.

    Tidak tahu sudah berapa lama. ketika aku sadar. aku sudah ada dirumah sakit. banyak luka ditubuhku. dan aku belum bisa untuk bergerak banyak. 

    Singkat Cerita. Setelah beberapa bulan kemudian. tubuhku sudah sedikit membaik. dan suamiku telah meninggal dunia karena kecelakaan itu.

    Dan setahun kemudian. Aku menikah dengan temanku-Yusuf. Hingga sekarang. pernikahan kami sudah dua tahun lebih. aku sedang hamil tiga bulan. Inilah kehidupanku yang aku inginkan. meskipun hidup sederhana. tapi batinku merasakan kebahagiaan, dengan sikap suamiku yang lembut. penuh kasih sayang. dia sangat mengerti memperlakukan pada seorang perempuan. hingga aku semakin mencintainya. 

------------

Jangan terlalu fokus pada kekayaan. tapi lebih fokuskan pada kebaikan dan ibadah seseorang. dan kamu akan mendapatkan kebahagiaan. InsyaAllah . Amin.




Selesai .......



Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen) .