Jumat, 26 September 2014

" Karena Trauma "

disaat umurku masih tujuh tahun. disaat itu pula. pertama kali aku melihat bapakku menampar wajah ibuku. dan hari-hari berikutnya aku sering melihat ibuku bertengkar dengan bapakku. berawal dari perang mulut. dengan kata-kata yang kasar. sampai berakhir bapakku memukul ibuku dengan kasar pula.

waktu kejadian itu. aku masih belum mengerti apa permasalahannya hingga kedua orangtuaku berkelahi.

ketika aku sudah ber-umur dua belas. aku mulai sadar. dan mulai tahu. meskipun bapakku sedikit bersikap baik padaku. ternyata bapakku sudah menikah lagi dengan perempuan lain yang lebih muda dari ibuku.

karena ibuku sudah tidak bisa mempertahankan rumah tangganya. ibuku meminta cerai. setelah beberapa bulan kemudian. orangtuaku bercerai. 

walaupun bapakku banyak harta. tapi aku tidak ingin ikut tinggal bersama bapakku. aku merasa lebih nyaman hidup bersama ibuku. ibuku sangat tulus mencintaiku. ibuku tidak pernah macam-macam. ibuku sangat rajin beribadah. dan karena pula . percerain orangtuaku terjadi. semua itu karena kesalahan bapakku yang gatel-main perempuan. yang sudah tidak punya perasaan pada perempuan yang selama ini sudah baik padanya.

dengan sikap bapakku itu. aku sudah tidak mencintai bapakku lagi. dan aku sangat membencinya. BENCI. SANGAT BENCIIIIIII... 

------------

ibuku menjadi single parent. ibuku masih berkerja dijakarta. sedangkan aku. karena ibuku tidak bisa menjagaku terus menerus. aku pulang kampung. dan ikut tinggal bersama nenekku.

setiap bulan ibuku mengirim uang untuk sekolah dan kehidupanku dikampung. terkadang empat bulan sekali, ibuku pulang karena merindukanku.

selama pergaulan dikampung. baik disekolah maupun diluar sekolah. aku tidak suka dekat-dekat dengan pria. terutama pada pria seusia bapakku. aku bersikap cuex. munkin pria-pria yang ingin bicara atau mendekatiku. mereka akan bilang aku ini ' SOMBONG ATAU JUDES ' .  padahal Mereka tidak tahu. masa lalu kehidupanku.

SMA -pun . aku dikenal Jutex, sombong . aku hanya bisa berteman dengan perempuan. itu pun hanya sedikit yang ingin berteman denganku. karena banyak juga yang menghindariku. aku yang pendiam dan sedikit agak kasar.

------------

aku sudah tidak percaya dengan tuhan. untuk mengerjakan perintahnya. beribadah sholat atau ibadah lainnya. karena aku melihat ibuku yang rajin ibadah. tapi entah kenapa tuhan memberikan suaminya seperti itu. mengapa ibuku mendapatkan keburukan. bukan kebaikan.

bukannya yang baik akan diperlakukan yang baik pula. tapi mengapa ibuku dapat diperlakukan seperti itu. dimana letak keadilan Tuhan .

nenekku yang baik hati. sering mengingatkanku untuk sholat. dan sering pula menceramahiku. tapi aku tetap tidak pernah mengikutinya.

aku salut dengan sikap nenekku. dia tidak marah padaku. dia tidak pernah membentakku, meskipun aku sering membantahnya. sering tidak mengikuti apa yang nenek katakan. nenekku masih bersikap lembut dan baik. dia hanya mengingatkanku saja. dan tidak bosan-bosannya pula merayuku untuk mengerjakan ibadah sholat. nenekku sangat sabar sekali. sifatnya hampir sama dengan ibuku. lembut dan penyayang.

meskipun aku bersikap jutex kasar. tapi aku masih baik pada perempuan. terutama pada ibu-ibu seumuran ibuku. 

karena aku tahu penderitaan sebagai istri. aku selalu teringat dengan perlakuan bapakku terhadap ibuku. dan kejadian itu tidak pernah aku lupakan. selalu terbayang dan menghantui dipikiranku. disaat aku sedang menyendiri.

aku berjanji didalam hati. bila bapakku menghubungiku atau pun datang menghampiriku.aku tidak ingin menjawabnya, apalagi untuk melihatnya maupun memeluknya. tidak akan pernah aku lakukan.  AKU SANGAT MEMBENCINYA.   

--------------

Karena aku anak satu-satunya. ibuku masih mampuh untuk membiayai melanjutkan sekolahku. aku kuliah dijakarta atas permintaan ibuku. aku sangat tidak tega untuk meninggalkan nenekku sendiri dikampung. nenekku sudah seperti ibuku sendiri. apalagi sebelum aku pergi kejakarta. aku melihat mata nenek berair dengan sendirinya dan memelukku dengan pelukan penuh kasih sayang. aku merasakannya. sangat nyaman sekali dipelukannya. benar-benar terasa hangat. setelah memelukku. nenekku tidak pernah melupakannya. nenekku tetap mengingatkanku. dan kali ini tidak hanya mengingatkanku untuk sholat tapi ada hal lain yang dia sampaikan padaku. dengan suara pelan terdengar ditelingaku. " ingat ya anakku sayang... jangan lupa sholat.. tidak semua pria itu seperti bapakmu.. "

itu kalimat terakhir meninggalkan nenekku. meninggalkan halaman kampung ibuku. aku sangat sedih sekali meninggalkannya. nenek tidak hanya menganggapku seperti cucu saja. tapi dia menganggapku seperti anaknya sendiri.

--------

saat kuliah dijakarta. aku masih dikenal oleh pria. kalau aku ini jutex. sombong . walaupun pria itu sopan menyapaku. aku tetap cuex. tidak memperdulikannya. aku hanya fokus belajar dan belajar. tidak pernah memikiran tentang pria. banyak juga pria yang ingin mendekatiku. tapi aku selalu menolak dan menjauhinya.

terkadang aku suka mengerjain pria yang terlihat playboy. salah satunya- berjanjian ketemuan. tapi aku tidak datang untuk menemuinya. setelah itu dia menanyakanku. tapi aku cuex. mendiamkan saja. 

 terkadang aku berkelahi dengan pria. bertengkar mulut maupun fisik. ya itu semua karena sifatku yang sombong dan kasar pada pria itu.

ditempat kuliahku. munkin aku dijuluki   perempuan yang aneh.

---------

 
sudah beberapa bulan dijakarta. ibuku sudah menikah lagi dengan pria sederhana tapi baik hati dan rajin beribadah.

ketika aku sedang merindukan nenekku. aku dapat kabar dari ibuku. nenek sedang sakit. dan nenekku ingin bicara denganku. ke-esokan harinya aku bersama ibuku pulang kampung.

dalam perjalanan pulang. aku bertanya-tanya didalam hatiku. ' nenek mau ngomongin apa ya.. sepertinya serius banget, munkin paling juga mau ceramahin aku lagi '

meskipun nenekku terus menerus ceramahin aku. tapi aku tidak merasa terganggu dan tidak pernah kesal atau pun marah pada nenek.

----------

setelah satu hari dirumah nenek.
nenek berbaring dan aku duduk disampingnya. dia terlihat serius mengingatkanku tentang beribadah sholat dan menceritakan tentang seorang muslimah yang baik. tidak hanya itu saja. disaat aku bertanya tentang ibuku. dia menceritakan sebagian tentang kehidupan ibuku dimasa muda-nya.

dari cerita nenekku. sebelum menikah. ibuku tidak seperti sekarang. dulu ibuku sangat jarang untuk beribadah sholat. bergaul bebas dengan gadis seumuran-nya. dengan berpakain sexy pula. ibuku pun tidak pernah menuruti apa kata nenekku maupun kakekku yang sudah tiada. ibuku terlihat gadis nakal dimasa mudanya. 

orangtua ibuku. awalnya tidak pernah menyetujui pernikahan ibuku. karena menurut mereka pria yang menjadi suaminya itu. agamanya Nol besar. ya meskipun KTP-nya Islam, tapi suaminya tidak pernah melakukan ibadah sholat maupun ibadah yang lain.

karena ibuku tetap keras kepala dan memaksa orangtuanya sambil menangis. akhirnya tidak tega melihat anaknya menangis. nenekku dan kakekku menyetujui pernikahan-nya.


-----------

ibuku anak satu-satunya. karena itu, orangtuanya sangat mencintainya. nenekku dan kakekku tidak pernah marah pada ibuku. mereka sering berdoa untuk ibuku dan suaminya . agar ibuku dan suaminya mendapatkan hidayah untuk menuju jalan kebenaran, yaitu jalan Allah Swt.

dan setelah kurang lebih tiga tahun, setelah ibuku melahirkanku dan kakekku meninggal. ibuku mulai berubah. dengan perlahan-lahan dia melaksanakan ibadah sholat. dan sedikit demi sedikit bersikap baik pada orangtuanya. tapi suaminya masih tetap seperti yang dulu.

walaupun ibuku sering mengingatkannya untuk sholat. tapi suaminya begitu terlihat kesal hingga marah.

-----------

setelah nenekku bercerita tentang ibuku. dia mengingatkanku lagi. ' sayang.., sebelum nanti kamu menyesal. lebih cepat lebih baik. semua yang terjadi di dunia ini. itu semua atas kehendak Allah. dan Allah itu maha adil. sesuatu yang baik, akan dapat balasan yang baik pula. jika kamu menjadi muslimah yang baik. maka suatu saat nanti kamu akan mendapatkan kehidupan yang baik pula. tidak semua pria itu seperti bapakmu nak. banyak juga pria yang baik, pria yang sholeh. contohnya saja kakekmu itu. mengapa nenek mencintai kakekmu. itu semua nenek liat agamanya. bukan yang lain... '

itulah sebagian beberapa kalimat nenekku menceramahiku.

------------

lusanya. nenekku meninggal disaat  dia terbaring tertidur. sangat terasa sekali hatiku bersedih. nenekku yang begitu dekat denganku meninggalkanku. I love U Nenek.

hari-hari berikutnya. aku selalu merindukan nenek. hingga aku teringat dengan pesan nenek yang disampaikan padaku. setelah lama aku pikir-pikir ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh nenekku. dari situ-lah aku mencoba mempelajari menjadi seorang muslimah yang baik.

setelah beberapa bulan aku mempelajari-nya. aku teringat dengan kata-kata temanku. baik di tempat kuliahku maupun dimedia sosial.

perempuan yang tidak berhijab ada yang berkata ' kalau mau berhijab, hatinya dulu benerin.. , kan malu kalau sudah berhijab tapi kelakuannya tidak baik.. '

perempuan yang berhijab ada yang berkata ' kalau mau berhijab, ya berhijab aja dulu, nunggu hati benar dulu sih terlalu lama, kan sama saja malu donk. setelah ibadah sholat. tapi diluar masih berpakain sexy juga. auratnya keliatan. kan malu juga. '

setelah mempelajari tentang berhijab. aku pun mencoba dan berusaha untuk menjadi muslimah yang baik, dengan cara berpakaian hijab terlebih dahulu. karena dengan itu akan menjaga diriku dari apa yang dilarang oleh Allah Swt. dan akan selalu mengingatkanku tentang apa yang diperintahkan oleh Allah Swt. bila aku melanggar. aku akan ingat / malu dengan hijabku. karena malu itu, aku akan kembali lagi kejalan Allah Swt.

ibadah sholat lima waktu, aku kerjakan. hingga ibadah yang lain pun aku coba untuk lakukan. salah satunya untuk bersedekah.

sikap pada pria pun. sudah mulai membaik. sudah tidak kasar seperti dulu lagi. hingga teman-teman kuliahku terkejut dengan perubahanku. tapi pergaulanku terbatasi dengan hijabku. tidak sembarang berteman bergaul dengan pria. dan aku tidak ingin pria menyentuhku. bila ada yang menyentuhku. aku sangat marah padanya. dan tidak ingin berteman lagi dengan pria itu. karena tujuan utamaku adalah apa yang dipesankan oleh nenekku. yaitu menjadi muslimah yang baik . baik dimata Allah Swt. menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.


-------------

Alhamdulillah aku lulus kuliah dengan nilai yang baik. ada teman yang menawarkan pekerjaan padaku. sebagai guru di pesantren. aku yang ilmu agamanya masih belajar. tapi temanku ini percaya padaku. dengan bujukan dan penjelasan darinya. aku menerima pekerjaan itu sebagai guru bahasa inggris- SMP. yang lumayan cukup aku kuasai.

munkin ini pertanda dari Allah. meskipun gajinya kecil.tapi  aku mensyukurinya dan menerima pekerjaan ini. dengan menjadi guru dipesantren. ilmu agamaku menjadi semakin bertambah. dan aku pun mendapatkan teman-teman yang lebih rajin beribadah. hingga aku semakin semangat untuk
menjadi muslimah yang lebih baik lagi .

--------------

ibuku bertanya padaku ' Fitri, kamu kan sudah dewasa. sudah pantas untuk menikah. kapan kamu akan menikah ..? " .

memang benar apa kata ibuku. umurku sudah dewasa. memang sudah pantas untuk menikah. selama ini belum ada pria yang begitu dekat denganku.

karena aku sudah berniat untuk menikah. aku berdo'a . meminta pada Allah. Untuk memberikan jodoh yang baik untukku. seperti aku mencintai Allah Swt.

setelah beberapa minggu. sudah mulai terasa ada beberapa pria baik. yang sedang mendekatiku. yang sering berkomunikasi atau pun curhat padaku. saling bercerita, saling mengenal pribadi masing-masing. 

---------------

dari teman-teman pria terdekatku. aku lebih memilih pria yang sederhana. pria yang rela berkorban untuk keluarganya atau orangtuanya. pria yang terlihat berkerja keras. dia pun tidak terlihat sebagai pria tampan. dia adalah Yusuf- seorang guru Agama (SD) dipesantrenku. meskipun gajinya lebih kecil dariku. tapi aku sangat menyukai pribadinya.

selain menjadi guru. dia pun berjualan buku agama. baik didalam pesantren maupun diluar pesantren. terkadang aku juga membeli bukunya.

karena aku menyukai pria itu. aku berdo'a lagi pada Allah. meminta pria itu adalah sebagai jodohku. 

-------------- 

dua bulan kemudian. aku dan Mas Yusuf sudah saling mengenal lebih dekat. hingga akhir ceritaku- dia melamarku dan menikahiku. kami hidup sederhana berkecukupan dan bahagia.

dan kabar bapak kandungku. dia sedang sakit struk. dia tidak bisa berjalan. hanya bisa terbaring saja dikamar.

--------------- 


Dari cerita diatas kita bisa renungkan.

- tidak baik ketika orangtua bertengkar didepan anak-nya.

- bukan hanya harta saja yang akan membuat kita bahagia. ada hal lain yang membuat kita   

  bahagia. Yaitu dekat pada Allah Swt.

- mengingatkan untuk menjadi muslimah yang baik. tidak hanya dengan memaksa atau dengan  sikap yang kasar. tapi harus dengan kelembutan         kasih     sayang dan kesabaran. beserta  contoh nyata.

- semua karena kehendak Allah swt. Allah Maha adil dari segalanya. bila kita melakukan   sesuatu hal yang baik, yang dicintai Allah. maka balasannya pun akan mendapatkan sesuatu   yang baik dan didekatkan atau ditempatkan dengan sesuatu yang baik pula. baik itu berteman bergaul dengan orang lain atau pun suatu perkerjaan / atau pun sesuatu yang lain. 

- menjadi muslimah yang baik. menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan Allah  Swt.

- Tidak baik memaksa orangtua untuk menyetujui sesuatu yang tidak disetujuinya. biarlah mengalir dan dengan sikap yang sopan atau sabar .  biarlah orangtua menyetujui dengan sendirinya. kita hanya berusaha tapi pula bukan memaksakan kehendak keinginan kita untuk terpenuhi.

- mencoba dan berusahalah semampuh kita untuk memperbaiki diri. InsyaAllah kita akan   mendapatkan hidayah dari Allah dan semangat menjalaninya. Semoga terjadi. Amin.

-------------------

Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)


    



  



 


 

" Thanks Allah "

Setatus FB : Akhirnya berubah juga, tak menyangka ada hikmah yang Engkau berikan ya Rabb..

Cerita ini ter-inspirasi dari setatus FB. Mohon maaf Nama Profil yang buat setatus itu tidak aku cantumkan (cerita ini tidak sesuai dengan apa yang ada di setatus FB tsb. hanya ter-inspirasi saja ).

-------


sebelumnya. hidupku hanya bersenang-senang. tidak pernah memikirkan masa depan. tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi dimasa depanku nanti. hidupku mengalir saja. selalu mengikuti apa yang aku mau. apa yang membuatku senang. tidak peduli. tidak pernah memikirkan. apakah orang lain suka dengan sikapku, atau pula. apakah Tuhan mencintai apa yang telah aku lakukan. 

ya sebenarnya aku sedikit tahu apa yang dicintai Tuhan. Apa yang dicintai Orang lain. tapi aku merasa tidak nyaman dengan sikap yang seperti itu. aku merasa lebih nyaman dengan sikapku apa adanya. melakukan sesuatu yang aku suka dan tidak melakukan yang aku tidak suka atau yang bisa membuatku malas untuk melakukannya.

---------

aku suka berpenampilan sexy. aku suka diperhatikan laki-laki. aku suka bila ada lelaki memuji tentang penampilanku ini. " kamu cantik sekali " . " kamu sexy loh " ya jujur saja aku sangat senang bila ada seseorang yang mengatakan seperti itu.

karena penampilanku. aku bisa memilih dengan banyak pilihan lelaki yang menyukaiku. hingga aku mendapatkan pria yang banyak diinginkan oleh wanita. selain pria tampan. pria itu sudah memiliki mobil mewah. pergi kemana-mana dengan mobil mewah-nya. ya aku sangat menikmatinya. dan aku merasa bahagia. tidak hanya itu saja. memiliki pria yang kaya. aku bisa memiliki barang apa yang aku suka. dari pakaian mahal, tas yang bermerk, sepatu yang sexy atau pun hal yang lain.

benar-benar sesuatu yang menggairahkan didalam kehidupanku. aku sangat menikmati kehidupan yang glamor ini.

sudah beberapa kali pacaran dengan pria yang kaya. akhirnya aku menikah juga dengan pria yang lebih kaya dari mantan-mantanku. suamiku ini baik sekali memperlakukanku dengan hartanya. barang apapun yang aku mau. dia pasti membelikannya.

dengan rumah yang mewah seperti layaknya diistana. sungguh sangat berbeda dengan kehidupanku sebelumnya. keluarga yang sederhana.


---------

kini usiaku 35. kurang lebih 8 tahun sudah menjadi seoarang istri dari suamiku. ini lah awal perubahan suamiku. perubahan sikap yang tidak seperti sebelumnya. dia sudah seperti tidak mencintaiku lagi.

cara bicaranya sudah mulai kasar. sikapnya yang cuex. sudah mulai tidak memperhatikanku lagi. dan aku tidak tahu penyebabnya apa.

dalam beberapa bulan. aku mulai sadar. tubuhku sudah tidak seperti dulu lagi. munkin ini faktor umur. dan suamiku masih mencintai wanita yang lebih muda, lebih sexy dariku.

dirumah istana. aku seperti seorang pembantu saja. suamiku memperlakukanku, bukan layaknya seperti seorang istri lagi.

aku yang sudah mempunyai anak perempuan yang masih 4 tahun. mencoba untuk mempertahankan rumah tanggaku. setahun aku masih bisa bertahan dengan sikap suamiku. tapi entah kenapa semakin lama aku mulai merasa lelah dengan kehidupanku diistana itu. aku sudah tidak sanggup lagi mempertahankan-nya. hingga akhirnya kami bercerai. setelah itu. aku bersama anakku tinggal kembali bersama orang-tuaku yang sederhana.

----------

hidup yang glamor. kehidupan yang aku suka. kehidupan yang sudah membuatku bahagia. akhirnya kehidupanku bersama suamiku yang tampan dan kaya raya. ber-ending tidak sesuai dengan yang aku harapkan sebelumnya.

ketika aku bersama orang tuaku- yang dulu aku selalu melawan perintahnya, dan tidak pernah menurut apa yang dikatakan orang tuaku. aku sangat malu sekali.

orang tuaku masih mau menerimaku. orang tuaku masih mencintaiku seperti anak kesayangannya. sungguh sangat terharu apa yang dilakukan oleh orangtuaku terhadapku.

ternyata selama ini apa yang dikatakan ibuku maupun bapakku, ada benarnya juga. ya aku lupa sama Tuhanku. aku lupa sama Orang tuaku. aku lupa sama saudara-saudaraku. dan aku lupa pada teman-teman baikku. aku hanya bisa mementingkan diriku sendiri. kebahagianku sendiri. yang akhirnya aku menyesal.

setelah lama kembali lagi pada orang tuaku. aku ingin hidupku berubah. berubah kembali kejalan yang sebenarnya. ya kembali kejalan Tuhan. melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dan apa yang dilarang oleh Tuhan. aku ingin kebahagiaan sebenarnya. aku ingin kebahagiaan abadi. kebahagiaan dunia akhirat.

-----------

merubah kebiasaan. memang sangat sulit. tapi aku terus mencobanya. dengan keyakinan orang tuaku. dengan restu dan Do'a Orang tuaku. aku pun semakin yakin, Tuhan akan membantu hambanya yang ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

setahun. banyak sekali godaan menghampiriku. aku pernah sempat putus asa. tapi karena aku mencoba mensyukuri setiap apa yang terjadi padaku. keesokan harinya. selalu ada jalan keluar untuk melakukannya kembali. apakah seperti ini Tuhan. sabar, sabar dan terus bersabar dijalan Tuhan.
 
hari-hari berikutnya. aku sudah mulai menikmati hidupku yang baru. dengan berbusana muslimah atau berhijab. awalnya aku kepanasan, selalu merasakan gerah, merasa sesak dengan pakaian menutupi sebagian besar tubuhku. namun kerena kebiasaan. kini sudah tidak terasa lagi. yang aku rasa hanya kesejukan dan ketenangan hati maupun jiwa.
tidak hanya berpakain saja. cara bicara dan bersikap. aku sudah mulai berubah.

------------

aku bercerai. bukan suatu kejadian yang buruk. selalu ada hikmah dibelakang kejadian itu. karena bercerai. hidupku terasa menjadi lebih baik. dan lebih bahagia dari sebelumnya.

Semoga dengan perubahanku ini. Tuhan mengampuni Dosa-dosaku yang terdahulu. dan selalu membimbingku kejalan yang benar. Jalannya Tuhan yang Maha Esa. Amin.


-------------

apa pun yang kita suka. belum tentu, Tuhan kita mencintainya. menjadi apa adanya. belum tentu benar dimata Tuhan. bila ingin menjadi apa adanya - menjadi apa yang dicintai Tuhannya.

--------------

semua yang terjadi pasti ada hikmahnya.  itu adalah  kehendak Tuhan, dan untuk kebaikan kita sendiri.

---------------
 
lupakan masa lalu. Jangan pernah ragu untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. yakin lah pada Tuhan. dan Tuhan akan  merubah kita menjadi muslimah yang baik dimata Tuhan. bila sudah baik dimata Tuhan. makan akan baik pula dimata Manusia. Semoga . Amin.   

Move On Karena  Tuhan. bukan Move On karena orang lain. dan akan selamanya  bahagia.

--------------


Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)
 
 
   



 

" Rindu Seorang Istri "

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga kalian bahagia .

--------------------------------------------------------------------


biasanya kita selalu bertemu. biasanya aku selalu bahagia. sikapmu yang hangat. membuatku semakin terpikat. cara kau memelukku. seakan aku adalah perempuan sempurna. perempuan satu-satunya yang kau cinta. suamiku-abiku. aku sangat merindukanmu.

sehari tak bisa bertemu denganmu. hariku terasa lain. sungguh sangat berbeda. seperti ada sesuatu yang kurang. entah karena apa. apakah aku terlalu dekat denganmu ?. ataukah aku terlalu mencintaimu ?.

bagaimanakah denganmu abi ?. apakah sama ?. kau merasakan seperti apa yang aku rasa. aku sangat merindukanmu.

---------

dirumah, aku sendiri. mengingatmu. memikirkanmu. terkadang aku tersenyum-senyum sendiri. entah apa yang terjadi padaku. beginikah perempuan yang sedang jatuh cinta. sudah lama berdua denganmu. tapi tidak ada bedanya. masih sama saja, seperti pertama kali aku jatuh cinta padamu.

malam tiba. dingin menyelimuti tubuhku. menemaniku yang sedang merindukan kehangatan. hangatnya kasih sayang yang tiada tara nikmatnya. yang membuat hidupku lebih sempurna.

----------

kata-katamu. ataupun kalimat-kalimat cintamu. masih terdengar ditelingaku. meskipun aku tak begitu cantik. kau katakan padaku ' aku ini cantik '. walaupun aku masih banyak kekurangan. kau katakan padaku ' aku ini sempurna ' . aku tidak tahu pasti. apa kamu sedang berbohong padaku. ataukah kamu sedang menggombal. ataupun sedang merayuku. yang pasti. aku tahu, kamu sedang mencoba membuatku senang. dan aku pun senang mendengarnya.

kau katakan ' masakanku enak ' . dan kau pun menghabiskan makanan yang aku buat. sungguh sangat senang kau menghargai apa yang sudah aku lakukan untukmu. terkadang kau suapi aku seperti bayi yang sedang diberi makanan. hehee .. sungguh sangat memalukan. tapi aku merasa senang kau perlakukan aku seperti itu.

nonton TV bersama. sungguh sangat mengesankan. kau temani aku dengan pelukanmu. meskipun kau tidak suka dengan acara sinetron. tapi kau selalu menemaniku dan mencoba untuk menyukai acara itu. apa yang kau lakukan itu. membuatku tidak lupa dengan sikapmu. yang penuh perhatian. tahu apa yang aku inginkan. yang selalu ingin ditemani dengan kasih sayangmu.

----------

malam itu. aku merasa ketakutan. terdengar ada suara aneh yang tidak biasanya. aku mencoba mencari suara itu. tapi aku tidak bisa menemukannya. aku bertanya pada suamiku yang sedang mandi. tapi suamiku tidak menjawabnya.

aku buka pintu kamar mandi. disana tidak ada suamiku. tidak lama kemudian, tiba-tiba lampu dirumahku mati. aku semakin takut. aku pun memanggil-manggil suamiku "Abi .. abi... " . tidak ada jawaban darinya. dengan rasa takut, aku mencari lilin dan korek api. disaat aku memegang lilin yang sudah ada apinya. terasa ada seseorang yang memelukku dari belakang. dengan lembut dia memelukku. aku sempat berteriak. ternyata orang yang memelukku adalah suamiku.

suamiku mengambil lilin itu dan diletakkan di meja. dengan hanya cahaya lilin. dia memelukku menatapku tersenyum, lalu berkata padaku " Selamat ulang tahun ya sayang .. ' . dia mencium kheningku dan memelukku dengan mesra.

cara dia bercanda. seperti anak remaja saja. tapi aku merasa senang dibuat olehnya.

-----------

hari ini. aku dapat kabar bahagia. suamiku akan pulang kerumah. dengan senang hati aku mendengarnya. dengan rasa rinduku ini yang menggebu-gebu. aku mencoba untuk memperbaiki diri. aku ingin dia melihatku lain dari biasanya. aku ingin membuat dia kagum padaku. aku ingin dia terlihat lebih bahagia melihatku.

aku membersihkan rumah dan seisinya. sebersih munkin. serapih munkin. tidak hanya itu. aku pun mencoba berpenampilan semenarik munkin. secantik munkin. dan membuat masakan makanan yang dia suka.

-----------

Esoknya . aku menunggu kedatangan suamiku. janjinya-bila tidak ada gangguan. InsyaAllah jam 10 pagi, dia sampai dirumah. jam 9 pagi. dengan rasa senang aku menanti. rasa gelisah pun menemaniku. aku takut penampilanku akan mengecewakan dia.

jam 10 lewat. suamiku belum terlihat. munkin saja macet. aku merasa tenggorokanku kering. aku mengambil gelas yang ada dimeja depanku. munkin sedang melamun atau lagi tidak konsentrasi karena rasa senangku ini. tanganku bukan mengambil gelas. namun tanganku menyenggol gelas itu. hingga gelas itu terjatuh dan pecah.

waktu itu perasaanku biasa saja. aku pun mencoba membersihkan gelas itu. tapi setelah aku lihat jam 11. aku mulai was-was. ada perasaan negatif yang membuatku takut. aku mencoba hubungi telepon genggam suamiku. ' nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau diluar service area " .  aku semakin gelisah. sudah mulai tidak tenang dengan perasaanku.

telepon genggamku berbunyi. terlihat nomor yang tidak aku kenal. ketika aku menjawabnya. aku dapat kabar dari rumah sakit. suamiku sedang berada dirumah sakit. dengan nafas yang tidak teratur, dengan cepat aku bertanya. ' mengapa suamiku ada dirumah sakit. ada apa dengan suamiku ? '. dia hanya menjawab ' maaf ya bu. lebih baik, ibu datang dulu kerumah sakit, nanti saya jelaskan disini ' .

sepanjang jalan aku terus memikirkan suamiku. rasa takutku semakin besar. entah apa yang terjadi pada suamiku.
tubuhku pun yang dari pagi belum makan. sudah mulai terasa lemas .

jam 1 siang. aku tiba dirumah sakit.' Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.' suamiku sudah meninggal. karena kecelakaan bus yang dia tumpangi.


--------------

rasa rinduku selama suamiku bekerja diluar kota. tak tersampaikan. mengapa ini terjadi pada hidupku. aku sudah merasakan kebahagiaan bersamanya. mengapa Tuhan mengambil dia. apakah aku tidak pantas untuk bahagia. apakah aku tidak layak untuk mencurahkan rasa rinduku padanya. ???.

aku tahu munkin ini takdirku. tapi mengapa harus begini. apa yang Tuhan inginkan dariku. apakah ibadahku kurang banyak. ataukah aku pernah melakukan dosa besar. atau apa penyebab semua ini.

dengan kejadian seperti ini. banyak hal yang aku pertanyakan. dan sampai sekarang pertanyaan itu, masih belum ada jawaban yang masuk akal buatku.

sudah kurang lebih 7 tahun. aku masih menjanda.  dan aku masih merindukan kasih sayang. cinta dari suamiku yang penuh dengan pengertian. perhatian yang tulus apa adanya.

-------------

bila ada yang membaca cerita ini. dan tahu jawaban yang aku pertanyakan tentang kejadian ini. tolong coment saja di sini . aku sangat berterimakasih bila ada yang menjawab.

salam hangat dariku. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga kalian bahagia. Amin...


-------------

Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)


" Rasa Bersalah Begitu Dalam "

waktu itu aku ber-umur dua puluh lima.

kau berkata padaku-"JANGAN PERNAH INGAT AKU LAGI" . munkin terlalu banyak sakit yang aku beri. ya aku akui. semua itu salahku. aku tidak pernah mengerti tentang cinta. bagaimana cara mencintai yang sejati. aku hanya bisa melakukan apa yang aku rasa. dan apa yang membuatku bahagia.

kau pantas mencaci maki diriku sepuasmu. karena itu layak buatku. luapkan semua rasa amarahmu. dan aku tidak akan melawanmu. bila kau ingin sakiti aku. lakukakanlah. bahkan bila kau ingin aku mati. bunuhlah aku. aku hanya ingin rasa kecewamu. rasa amarahmu. rasa sakitmu. hilang. dan datanglah kebahagiaan.

ya aku tahu imanmu kuat. kamu tidak akan membunuhku. karena kamu tahu bahwa itu dosa besar dan akan merugikan pada dirimu sendiri. tapi itulah penyesalanku. aku rela apa pun yang akan kamu lakukan padaku.

-----------

kau diamkan aku. aku tidak tahu. apa kau telah maafkan aku. atau tidak. rasa sesalku begitu dalam. rasa bersalahku tak pernah padam. kau tak berkata apapun. membuatku tak bisa bertahan. untuk melanjutkan hidup dengan yang lain. hingga saat itu. lebih baik aku sendiri.
lebih baik kau katakan sesuatu. caci maki saja diriku. sakiti aku. atau apapun itu. karena kau lakukan aku seperti ini. aku seperti setengah hidup setengah mati. terus memikirkanmu. dan dihantui rasa bersalahku. rasa berdosaku.

-----------

disaat aku kehilangan kontakmu. tidak tahu kamu dimana. semangat hidupku mulai redup. pikiranku selalu kacau. pekerjaanku dikantor menjadi berantakan. hingga akhirnya aku dipecat. dan menganggur. tidak lama kemudian aku jatuh sakit. dokter menyarankanku. jangan sering bergadang. jangan terlalu banyak pikiran. harus istirahat yang cukup. makan yang teratur.

Apa yang dikatakan dokter memang benar apa adanya. ya sebelumnya aku sudah jarang tidur. karena dipikiranku terlalu banyak dihantui rasa bersalahku. karena tidak ada rasa semangat. rasa lapar pun hilang.  karena terlalu sering jatuh sakit. dan tabunganku sudah mulai berkurang. akhirnya aku pulang ke rumah orang-tuaku.

dirumah orang-tuaku pun. aku tidak bisa berbuat apa-apa. aku seperti hidup sendiri. tidak terlalu banyak kata. terkadang tidak pernah bicara pada siapapun. aku lebih sering mengurung dikamarku. hingga orang-tuaku mencari orang pintar atau psikiater untuk mengobatiku. padahal aku tidak merasakan sakit atau sakit jiwa atau apapun itu namanya. aku hanya merasa bersalah terlalu dalam dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

---------

sekarang umurku enam puluh. belum menikah. rambutku semua menjadi putih. wajah yang tidak terurus. tubuh kurus. sakit-sakitan. hanya bisa berbaring ditempat tidurku. dan masih memikirkan rasa bersalahku. pada perempuan yang pernah aku cintai.

maaf. aku tidak bisa menceritakan tentang rasa bersalahku. apa yang aku lakukan padanya.

semoga suatu saat nanti. bila aku meninggal. dia sudah memaafkanku.


---------

pesanku. untuk laki-laki. jangan pernah menyakiti perempuan yang sedang kamu cintai. suatu saat nanti kamu akan menyesal. dan sangat menyesal. cintailah pasanganmu dengan tulus apa adanya.

---------


Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)




 

" Seberapa Hebatkah Aku ? "

Seberapa Hebatkah Aku ? .

Seberapa Hebatkah Aku ? . Orang bilang - Aku ini cantik. aku ini manis . aku ini sexy. tubuhku putih. aku seperti model perempuan cantik. banyak laki-laki yang ingin menjadi kekasihku. mereka bilang. aku sempurna.

Seberapa Hebatkah Aku ? . Orang bilang - Aku pintar. Aku cerdas. Pengetahuanku dan wawasanku luas.

seberapa Hebatkah Aku ? . Orang Bilang - Aku ini orang kaya. minta apapun. orang tua pasti memberikannya. dan aku pernah sekolah di luar negri. 

------

Orang bilang. selain aku ini cantik. aku punya segalanya. katanya - aku sepertinya tidak ada kekurangan dalam hidupku. baik itu fisik maupun materi.


Banyak temanku ingin menjadi diriku. padahal sebenarnya mereka tidak tahu semua tentang diriku. mereka hanya melihatku dari luar saja. kehidupanku sehari-hari dengan kehidupan yang mewah.

Awal-awalnya. aku sangat menikmati dengan kehidupanku ini. tapi akhirnya. aku baru sadari. aku sadar setelah mendapatkan cobaan dari Tuhan.

------

Sangat mudah untuk mendapatkan suami. namun sulit untuk mendapatkan suami yang baik. sudah tiga kali aku menikah. dan selalu berakhir menyakitkan buatku.

Dengan harta. sangat mudah untuk mendapatkan kesenangan. apapun yang aku inginkan mudah untuk aku dapatkan. tapi batin. perasaanku. tidak sebahagia seperti sikapku yang terlihat orang lain.

ketika aku sakit. meskipun obat atau biaya operasi itu mahal. orangtuaku masih mampu membiayainya. keinginan untuk berobat keluar negripun masih bisa dipenuhi. namun hatiku ini berkata lain. aku sudah mulai merasa lelah. aku sudah mulai terasa tidak nyaman. atau aku sudah mulai tidak merasakan ketenangan didalam kehidupanku ini. 

sepertinya apa yang dipikirkan orang lain tentangku. bahwa kehidupanku sempurna. ternyata itu salah besar.

------

Aku makhluk manusia sempurna. namun aku tidak merasakan kesempurnaan itu. aku sudah tidak merasakan kebahagiaan.  Setelah lama merenung. setelah lama berpikir. setelah mengenang masa lalu. aku sadar. aku akui. ini semua salahku. tapi bukan harta yang aku punya. bukan fisik yang aku miliki. namun sikapku yang salah. apa yang telah aku lakukan atau berbuat. dan apa yang pernah aku berikan. tidak ada artinya. tidak ada gunanya untuk kehidupanku. untuk menginginkan kebahagiaan hidup ataupun ketenangan hidup.

Seberapa Hebatkah Aku ? . Seberapa Hebatkah Aku dimata Tuhan ? . Pernahkah aku melakukan kewajiban ataupun larangan yang diperintahkan oleh Tuhan.

Seberapa banyakkah ? . Manfaat aku hidup didunia ini.
Seberapa baikkah ? aku dimata orang lain maupun dimata Tuhan. dan
seberapa banyakkah ? . harta yang aku miliki untuk disedekahkan.

------


Aku bukan manusia Hebat
aku manusia yang tidak taat
dan banyak kehidupan yang sesat

aku harus bertobat
untuk menjadi manusia yang hebat
manusia yang penuh dengan manfaat

tidak hanya hebat dimata orang lain
tapi pula hebat dimata Tuhan


------


Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)



  



" Ibu ... Tunggu Aku Pulang "

ibu..
anakmu akan datang ke halaman rumahmu
tunggu aku ibu
biarkan aku memelukmu

ibu..
cobalah untuk bertahan
anakmu pasti akan datang
biarkan aku menciummu

ibu..
anakmu sedang dalam perjalanan
yang sedang merindukan kasih sayang
seorang ibu yang selalu mencintaku


tunggu aku dikampungmu ibu.. 
aku sangat mencintaimu ibu ..


------

dalam perjalanan. pikiranku hanya teringat pada ibu. senyum ibu. kehangatan ibu. rasa rindu yang begitu dalam. aku yang sangat jarang sekali bertemu dengan ibu. dikarenakan tempat kerjaku terlalu jauh-bukan hanya diluar kota.

dalam perjalanan. kediamanku didalam bus. hatiku berdo'a untuk ibu. mataku berair dengan spontan. munkin begitu rindunya pada ibu. rasa dihati bercampur. senang ingin bertemu ibu. dan takut yang tidak aku inginkan, akan terjadi.

dalam perjalanan. saudaraku sering menghubungiku lewat telepon. memberi kabar. "kamu dimana mas, ibu ingin bertemu denganmu" .
aku ingin mendengar suaranya. tapi ibu sudah tidak bisa bicara. aku menjadi serba salah. apa yang harus aku lakukan .. ?.
perjalananku masih jauh untuk menuju tempat kampungku. tempat ibuku berada.

hari ini. empat hari sebelum lebaran tiba. sudah kurang lebih empat tahun aku tidak pulang. hanya karena mencari nafkah. aku lupa dengan ibuku. ibu yang melahirkan dengan penuh pengorbanan. baik suka maupun duka. baik ketika aku sedang senang ataupun ketika aku sedang menangis. ibu selalu menemaniku. dengan tangan kelembutannya. dengan tatapan cintanya. aku sangat merindukannya.

hari ini. rasa sesal datang. apa yang selama ini telah aku lakukan. rasanya. aku belum bisa membuat ibu lebih bahagia. aku belum bisa membalas apa yang pernah ibu lakukan padaku. meskipun ibu tidak pernah mengeluh tentang sikapku. tapi hari ini. aku merasa bersalah. aku merasa berdosa. untuk apa aku mencari nafkah jauh-jauh. untuk apa aku berlama-lama jauh dari ibu. apa yang telah aku dapatkan. hanya materi. hanya kepuasan sendiri. kepuasan yang akan membuatku menyesal seumur hidup. kepuasan sendiri yang tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sepenuhnya. kebahagiaan itu hanya sementara.

tapi hari ini aku mulai sadar. munkin bila kepuasan sendiri dengan cara. aku bisa memuaskan atau membuat banyak orang senang atau terutama ibuku. munkin kepuasan sendiri. akan terasa bahagia sepenuhnya. bahkan munkin akan bahagia selamanya.

------

dalam perjalan. orang disekitarku. melihatku munkin akan terlihat sikapku ini aneh. dengan wajah ketakutan. dengan mata ber-air. dengan mulut bergetar sambil membaca ayat suci Al-Qur'an yang aku hapal. diiringi hati berdo'a. meminta berharap pada Allah. untuk mengijinkan aku bertemu dengan ibuku.

disaat turun dari bus. kakiku melangkah dengan kaki lemah sedikit gemetar. bukan fisik yang tidak kuat. tapi munkin batinku yang tidak kuat.

tiba dihalaman. melihat banyak orang didepan rumahku. pikiranku sudah mulai curiga. rasanya ingin berlari cepat. tapi tubuh sulit untuk melakukannya. ada orang yang mengenalku, melihatku dengan tatapan iba-aku yang sedang berjalan. mereka menghampiriku. menuntunku untuk berjalan kedalam rumahku. hingga masuk kedalam kamar ibuku.

entah harus bilang apa. aku tidak bisa berteriak. aku tidak bisa berkata apa-apa. hanya wajahku. hanya sikapku yang akan memberi arti betapa terpukulnya aku. apa yang tidak aku inginkan. terjadi.  ibuku berbaring dengan ditutupi kain kapan putih. aku memeluknya. aku mencium pipinya. entah kapan aku pingsan. aku terbangun disaat ibuku sudah berada didalam katil-tempat jenazah.

-----------

Ibu Maafkan aku.
Aku menyesal. sangat menyesal.

Semoga ibu disana
Ditempatkan disyurga
yang akan membuat ibu lebih bahagia.
Amin .


-----------


Untuk para anak yang masih punya ibu. sebelum menyesal seperti aku. Yuk.... cintailah ibu. dekatkan ibu. jangan jauhkan ibu.
ibu sangat mencintaimu. ibu sangat menginginkanmu.

-----------

Met mudik. Hati-hati dijalan. semoga selamat sampai tujuan. Amin


Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)

   





       

" MUDIK '

Disaat Mudik. Teringat Mantan Kekasih. Dan tertulislah cerita singkat ini.


"Babe.., besok aku mudik. tapi maaf ya, munkin aku tidak bisa balik lagi ke-Jakarta" 

Itulah kalimat sangat menyakitkan buatku. kalimat dari kekasih yang selama ini aku cinta. terlalu lama bersamanya. sudah terbiasa dengannya. hingga saat ini sulit untuk melupakannya.hari ini. akan terjadi mudik lagi. mengingatkanku padanya.

setahun yang lalu. harusnya hari itu bahagia karena bisa berlibur dan pulang kampung. bisa kumpul dengan keluarga. tapi aku tidak bisa. karena hatiku terluka. dan terasa begitu dalam yang aku rasakan.

kenapa harus berpisah dengannya. kenapa harus sakit dihari bahagia. apa yang salah dariku. aku merasa tidak pernah menyakiti kekasihku. aku merasa tidak berbohong padanya. aku merasa masih bersikap baik padanya. tapi mengapa itu harus terjadi.

Apa kekasihku tidak mengerti perasaanku. apa kekasihku kurang begitu tahu tentang kasih sayang. apa kekasihku bukan perempuan yang baik. aku rasa semua itu salah.

kekasihku tahu semua. dia tahu perasaanku. dia tahu kasih sayang. dan aku rasa dia perempuan yang baik. kalau tidak seperti itu. sebelumnya mana munkin aku bisa jatuh cinta padanya. menjalin kasih sampai kurang lebih satu tahun.

jadi semua ini karena apa. dia meninggalkanku bukan karena dia sudah tidak cinta. bukan pula karena dia ingin menyakitiku. tapi apapun alasannya itu. berpisah dengannya tetap saja aku terluka.

------

selama bersama-nya aku merasa bahagia. aku merasa cocok. dia tahu apa yang aku suka dan apa yang tidak aku suka. aku merasa dia sudah bisa menerimaku apa adanya. itu yang membuatku hari demi hari semakin jatuh cinta padanya. 

dengan itu. tanpa sepengetahuannya. aku mencoba menabung. aku ingin memberi kejutan padanya. bahwa aku akan melamarnya dan menikahinya.

tapi rencanaku itu. pupus. seharusnya dia yang terkejut. kenyataan-nya aku yang lebih terkejut.

------

dua bulan sebelum hubungan kami berakhir. ternyata dia merahasiahkan hubungan dia bersama calon suaminya yang berada dikampung. yang sudah dijodohkan oleh orang tua-nya.

dia tidak bisa melawan keinginan orang tua-nya. Orang tua-nya menginginkan anak-nya bahagia. bisa berkeluarga dengan pemuda yang sudah terlihat mapan. yang sudah jelas asal usulnya. dan karena pemuda itu sudah memiliki perusahaan sendiri. sudah jelas masa depannya penuh dengan materi yang berlimpah, hingga tidak akan merasa kekurangan dalam bentuk materi. meskipun mereka tahu. bahwa Tuhan Maha Tahu. Yang menentukan masa depan Umatnya.

sangat berbeda dengan keadaanku. aku masih menjadi karyawan. orang tua-nya pun belum mengenalku. masih tidak jelas. apa aku termasuk orang yang mapan atau belum. apakah aku sudah terlihat pria yang baik atau belum. belum ada yang istimewa dariku. 

------

kekasihku terlihat sangat berat untuk meninggalkanku. tapi itu harus terjadi. dia sangat mencintai orang-tuanya. dan aku pun tidak menyalahkannya.

aku tahu dia masih mencintaiku. dia menangis. meminta maaf padaku. terlihat tulus. meskipun hatiku terluka mendengar kalimat perpisahan. namun ada hati lain yang terusik. sungguh tidak tega melihat dia keluar air mata begitu saja.

"maafkan aku babe..?, ini bukan keinginanku. aku masih mencintaimu. tapi aku tidak bisa melawan orang tuaku.." .

mendengarnya. dengan sesak nafas tangisan kecil. wajah yang dibasahi dengan air mata. sungguh aku tidak bisa berkata banyak.

aku terlihat bingung, entah harus bagaimana. aku terluka karena harus berpisah. tapi aku tidak bisa menyalahkan-nya. aku tahu ini bukan salahnya. aku lihat dimata-nya masih ada cinta. tapi ini harus berpisah. aku pun tidak bisa berbuat banyak. karena aku merasa-ada benarnya dia mengambil keputusan. Ridho orang tua sangat berarti untuknya.

-------

mengapa harus ada perpisahan. bila ada orang yang sudah saling cocok. ?

mengapa harus ada perpisahan. bila ada orang yang sudah saling cinta. ?

mengapa harus ada perpisahan. bila ada orang yang sudah saling bahagia. ?


--------

Apa ini pertanda. Jodoh ada ditangan Tuhan. Dan Tuhan Pula yang menentukan jodoh kita.

-------

Mudik tahun ini. tanpa kekasih. hanya ada. KENANGAN .


-------

Untuk para Mudik. Semoga selamat sampai tujuan. Amin

Salam
Penulis
I'Pen (Idrus Cerpen)